Sabtu, 28 Desember 2013

Selintas Renungan #1


Aku suka melihat pemandangan dari kamar atas, kadang kalau emosinya ketangkap, aku merasakan sebuah hari yang baru disana, sebuah keindahan yang sempurna untuk menjalani sebuah hari dengan penuh suka cita dan rasa syukur yang dalam.

Kadang aku bertanya nikmat apa lagi yang aku cari, selalu aku bandingkan apa yang aku punya dengan orang lain, orang-orang di sekitarku, tetanggaku, apakah mereka melihat keindahan yang sama.. dengan segala perbedaan yang Tuhan berikan, apakah mereka mampu merasakan keindahan yang sama...

Aku tak tahu jawaban mereka, namun aku punya jawaban sendiri atas pertanyaan itu, kebahagian atas keindahan bagiku tak bisa diukur dengan satu kenyamanan, seperti aku yang bisa merasa begitu lega ketika bangun dari tidur dan menemui diriku berada di bawah jembatan tol, diatas truk yang berdebu, namun aku merasa bahagia,

Aku merasa damai melihat tembok jalan layang itu berderu meski waktu telah melewati masa-masa manusia terjaga, aku bahagia, buatku bahagia itu kadang sesuatu yang berada di luar isi kepala, nonsens, bukan tidak mungkin aku akan menemukannya dalam ruang penjara, atau dalam suasana dilanda banjir tsunami yang melululantahkan tanah dan harus mengungsi di penampungan, rasa bahagia mungkin saja terjadi dan terjalin disana.

Rasa bahagia itu terjadi atau dibuat sendiri aku tak tahu, tapi aku percaya, sesungguhnya aku hanya perlu membuka mata, karena mereka ada dimana-mana, ya di sekitarku mereka ada.

Minggu, 08 Desember 2013

Menahan Perih, Luka Yang Paling Dalam


Pernahkah kalian para pria jalan ke mall, car free day, atau apapun deh yang banyak cewek-cewek nye... dan mata kalian terasa termanjakan namun akhirnya hanya berakhir dengan menelan ludah karena tak satupun tangan dari mereka bertautan bergandengan mesra dengan tangan kalian....  Nyesek ye pastinye...

Namun percaya atau tidak bagi saya hal lebih nyesek adalah ketika pergi ke toko buku, banyak buku bagus, berseri lagi, dwilogi, trilogi bahkan sampai tujuh-logi.. namun budget yang ada di dompet cuma 60 rebu, hasil nabung (lebih tepatnya menyisihkan uang) selama sebulan ...

Ach!!! Menahan perih, luka yang paling dalam, itulah yang sering saya rasakan sehabis mengunjungi toko buku, namun keyakinan saya masih berkata buku itu ndak mahal, buku itu bisa terbeli, hanya saja sepertinya masih terlalu banyak pengeluaran tak penting yang menjadikan budget beli buku bisa terpangkas sampai ke level rendah seperti ini.





Sabtu, 07 Desember 2013

Dua Ribu Untuk Buku


Dua ribu untuk buku, sebuah program yang sudah saya lakukan sekitar 5 bulanan yang lalu, namun belum berjalan secara sempurna, dalam artian.. sempat beberapa kali macet, bahkan saya ingat hanya sekitar 2 yang berjalan.

Tapi memang benar sih program 2 ribu sehari untuk buku ini sebenarnya cukup efektif, sebab dari sana kita dalam satu bulan bisa membeli buku dengan harga 60 ribu-an, silakan saja memilih buku yang mana, bahkan bila sedang ada pameran mungkin bisa memilih buku yang murah jadi 60 ribu bisa dapat banyak, tapi jika memang dalam bulan yang bersangkutan sedang nihil pameran, boleh juga untuk membeli buku reguler dengan harga mahal, bahkan bisa jadi kalau sedang ada pameran uang sisa yang tidak terpakai karena harga buku yang murah bisa dialokasikan untuk budget tambahan beli buku reguler bulan berikutnnya.

2 ribu untuk buku merupakan program untuk mereka yang kurang duit untuk beli buku, program ini sangat gampang dilakukan, namun bagi yang sudah punya penghasilan cukup, tentu program semacam ini nggak perlu dilakukan sebab untuk uang beli buku saya yakin mereka ada sendiri tanpa perlu menabung seperti ini.

Buku itu perlu, buku itu ndak mahal, setidaknya bila kita cukup membeli buku sebulan sekali, buat yang maniak buku dimana HAMPIR TIAP MINGGU beli buku jelas akan merasa buku itu mahal, tapi kalau sebulan sekali baru beli ya ndak to.. la wong dari 2 ribu perhari saja kita bisa beli kok.. dimana letak mahalnya???


Senin, 09 September 2013

#celotehdiet #2 : Mencari Alternatif Timbangan


Saya diet, tapi ndak punya timbangan. Awalnya saya bingung bagaimana bisa tahu berat saya udah turun berapa? Hey saya tidak punya timbangan, dan saya belum punya niat untuk beli. Tapi dari situlah kemudian saya menemukan benda-benda alternatif pengukur berat badan apakah sudah cukup berkurang.. berikut diantaranya.


1. Cermin
Cermin atau kaca ada dimana-mana, mereka ada yang jujur, ada yang lebay. Cermin di lemari pakaian yang bening itu jujur, kalau gedhe ya akan keliatan gedhe, kalau langsingan ya keliatan langsingan, nah cermin yang agak bohong adalah cermin atau kaca jendela kamar, karena warnanya gelap, sebagian tubuh akan tercover cahaya, jadi tubuh akan kelihatan langsing drastis padahal sih nggak juga. Cermin yang lebay itu kaca mobil ayah saya, ketika ngaca disana, saya akan kelihatan besar dan cebol. Oh God!

2. Meteran
Gunakan meteran baju, biasanya kaum ibu-ibu punya benda seperti ini, kaum bapak juga punya, tapi meteran bangunan, itu lebih cocok digunakan mengukur tinggi badan daripada lingkar pinggang, Saya tidak tahu konversi 1 cm itu sama dengan berapa kg, tapi saya lega dulu diameter 115 cm (amit-amit) sekarang berkisar 107-an (masih amit-amit), udahlah yang penting susut.

3. Pakaian
Ini metode yang mudah, ketika kancing celana seakan mau copot, dan udel terekspose kemana-mana bagai film idia, itu tandanya pakaian dan baju sudah tidak bisa sejalan seirama dengan badan kita. Begitupun sebaliknya, ketika bongkaran baju lama sekarang kembali ngepas sama badan, tandanya diet telah menampakkan hasilnya. Cihuuy.

4. Mulut Orang
Kalau yang ini tergantung sih dengan siapa kita bergaul, nah sialnya teman-teman saya itu kebanyakan hipokrit, mereka cenderung suka mencela daripada memuji. Ketika badan saya gedhe, baru ngumpul 15 menit ada-ada saja berbagai perumpamaan dari isi kebun binatang sampai jenis kendaraan. Giliran badan saya langsingan, pada susah banget ngakuinya. Seet daah bocaah.

5. Kotbah Jum'at
Yang terakhir ini bukan benda, tapi peristiwa. bukan jadi rahasia, kotbah jum'at itu lama, dan akan menyiksa bagi mereka yang sedang berbadan dua (gemuk), kaki mereka tidak didesain untuk dilipat-lipat man, Saya dulu mengalaminya, 20 menit bersila itu udah ibarat setengah hari gowes sepeda, pegeel man, dari kaki, tangan, perut keram semua. Nah kalau sekarang saya bisa tahan dengerin kotbah tanpa banyak kesemutan, itu tandanya berat badan sudah turun secara signifikan. Alhamdulillah.


Itulah beberapa hal disekitar yang bisa digunakan mengukur berat badan tanpa timbangan, simple kaan.. bagaimana dengan saudara dunia maya, punya pengalaman serupa?


Kamis, 05 September 2013

Don't Mess With the Wartong Staff


Punya warung itu enak, selain dagangan bisa dikonsumsi sendiri dengan harga yang lebih murah dan akses yang mudah, dalam satu hal warung bisa digunakan sebagai sarana untuk mengetahui pribadi sesorang, terutama para saudara dekat yang siapa lagi kalau bukan tetangga.

Setidaknya itulah yang saya alami ketika lama berkecimpung menjadi staff wartong (warung kelontong) di keluarga saya sendiri semenjak masih balita.. masih balita!!

Oke kepribadian-kepribadian tersebut adalah:

1. Tata Bicara
Ada pelanggan yang ramah dan sopan, ada yang resek dan sengak kalau kata pakde, ada yang masa bodoh dan bertipe pay and rush, ada juga yang super ramah hingga mengucapkan "matur suwun" berkali-kali sebelum benar-benar undur diri (yang ini ramah tapi njengkelin)

2. Daya Bayar
Dimana ada penjual disitu ada pelanggan, celakanya disitu pula biasanya ada pengutang. Nah kalau masalah yang satu ini keluarga kami udah kebal kayaknya. Jaman dulu sih kami punya buku khusus untuk mencatat segala macam "perbuatan dosa" para manusia tersebut, namun seiring berjalannya waktu kami capek sendiri, atau frustasi lebih tepatnya. La piye jal gali lubang tutup lubangnya bang Roma itu terbukti jitu loh, dan tambahan para pelanggan banyak yang menerapkan taktik 4-4-2 alias ngutang 4 lalu kemudian hari bayar 4 tapi sambil ngutang lagi 2!

3. Oportunis
Sebenarnya saya tidak tahu apa bahasa tepatnya, tapi karena saya suka sepakbola saya sebut saja oportunis, yaitu orang-orang yang memanfaatkan kesempatan di mulut gawang secara selfish dan membabi buta. Dan dalam kasus perwarungan mereka adalah kaum yang kalau dapat kembalian lebih akan diam seribu bahasa, tapi kalau kurang udah sampai rumah pun mereka rela kembali lagi dan menagih duit kembalian. Dalam kasus ini jangan kaget bila tetangga sebelah kita bisa jadi ternyata begitu mengerikan, saya suka mencoba taktik memberi kembalian secara kurang dan secara lebih untuk memancing keoportunisan mereka, dan yah.. beberapa masih memilih sang malaikat putih bercahaya, tak jarang pula setan merah yang dominan merasuk otaknya.

4. Loyalty
Memiliki pelanggan yang loyal itu bentuk karunia dari Tuhan, dan saya yakin para pelanggan telah menentukan pilihan masing-masing mau membelanjakan uang dimana. Warung kami punya pelanggan yang loyal, ada pula yang disloyal, tapi itu tidak menjadi masalah, karena saya pikir, itu cuma masalah selera dan mood saja... #tsaaahh..


Begitulah analisis kepribadian tetangga yang saya dapat dari hasil penelitian bertahun-tahun melalui warung sederhana keluarga kami. Bukannya mau nge-judge secara keseluruhan, tapi setidaknya saya tahulah sifat-sifat bermasyarakat mereka, mana yang tergolong licin, yang oportunis, atau yang berhati mulia.. jadi please deh tetangga.. don't mess with the wartong staff.. waspadalah.. waspadalah!!


Sabtu, 31 Agustus 2013

#catatandiet #1


OCD nya Deddy Corbuzier sangatlah ekstrim, entahlah mau nyoba atau tidak, bagi saya otot-otot yang keluar dari tubuh itu kelainan, maksud saya.. ketika berbadan gemuk, orang akan cenderung melihat dan menjadi perhatian, begitu pula ketika orang berotot, akan jadi pusat perhatian juga.

Dan saya tidak mau dua-duanya.

Tujuan diet adalah mengecilkan perut, tidak terpikir untuk membentuknya sedemikian rupa agar menjadi pack-pack-an, pun dengan otot yang terbentuk pada lengan, dada, punggung..

Demikianlah, Tuhan.. semoga diet ini tidak kebablasan.


Jumat, 30 Agustus 2013

Wahai Kau Burung Dalam Sangkar, Sungguh Nasibmu Malang Benar



Burung dalam sangkar begitu nampak berarti bagi Mas Karyo yang diperankan Basuki dalam sinetron si Doel, Bagas, Arip dan Triyoko tetangga rumah, pun juga Ayah saya beberapa waktu lalu. Ya, beberapa waktu lalu sebelum peristiwa naas menimpa makhluk Tuhan (paling?) berisik tersebut, hingga Alhamdulillah sampai saat ini keberadaan mereka lenyap nyap dari muka rumah kami.

Ah, sebenarnya kisah ini hanya akan menguak luka lama saya selaku tersangka, namun saya akan ceritakan, semoga ada pelajaran yang terpetik disana.

Jadi begini..

Alkisah pada dahulu kala, rumah saya dipenuhi berbagai kandang mungil lengkap dengan berbagai macam makhluk berbulu sebagai penghuninya. Situasinya hiruk pikuk, terutama pada pagi hari suasana bakal mirip mahasiswa yang berebut mandi di kos-kosan. Begitulah akibat ritual ayah saya dengan berbagai macam burungnya yang berebut ingin dikasih makan, minum, dan dibersihkan kotoran kandangnya duluan. Sungguh berisik di telinga.

Jangan ditanya jenis burungnya apa aja, sebab saya nggak tahu dan nggak pernah mau tahu, tapi yang pasti nggak gitu terkenal dan cuma bisa berbunyi "citcitcuit.. citcitcuit" "Ceeerr...ceeerrr" "kraaakk..kraakk.." dan sejenisnya, pokoknya ndak ada yang easy listening, melodinya ancur kalah sama erangan dan rintihan tikus clurut yang menghuni atap kamar saya.

"Rise up this morning, smiled with the rising sun, three little birds, pitch by my door step, singing sweet songs.. of melodies pure and true, saying, this is my message to you uu.."

Jiaahh.. sangking kacaunya, lagu Bob Marley pun bakal terdengar nggak asik disenandungkan seabis mandi pagi kalo ingat yang meranin "3 little birdsnya" burung-burung peliharaan ayah saya.

Kebayang kan betapa kemudian burung-burung tersebut jadi public enemy bagi kami sekeluarga, kecuali ayah saya tentunya. Dan dibelakang Ayah, kami satu persatu melakukan testimoni kebencian terhadap grup burung manja tapi nggak ada manis-manisnya tersebut.

*****

Singkat ceita,
Tuntutan pekerjaan yang membuat Ayah saya merantau ke luar kota selama seminggu, membuat tugas "zoo keeper" diserahkan kepada saya. Ngasih makan, minum dan membersihkan kotoran adalah rutinitas yang waktu itu harus saya jalankan, awalnya sih berlangsung aman, meski ndak sepenuh ati juga sih nglakuinnya :p

Hingga pada satu hari,,,

Awaydays tiba!! Saya nonton bola ke Semarang berangkat dari Solo pukul 9 pagi, dan pulang jam setengah 9 malam. Tim pujaan saya kalah, dan naasnya sampai rumah Adik saya alih-alih memberi motivasi "Tetap cemunguud Kaka!!" dia malah nyelutuk "La iki len wonge teko.."

Saya yang kelelahan dan masih dalam keadaan motorlag, tak mengindahkan seruan tersebut.

"Kin, manuk'e mati.." kata Ibu saya kemudian,

"Huh?" kata saya masih nggak ngerti,

"Manuk'e sing ning dhuwur mati siji, mau lali mbok pakani mesti?" Kata Ibu saya setengah menuduh, tapi memang bener sih tuduhannya.

Serentak ingatan saya kembali ke pagi itu, dimana saya antusias sekali ingin nonton bola sampai lupa merawat burung peliharaan tersebut. Si burung mati.. diduga karena doi dehidrasi, rasa bersalah saya terbayang saat itu, semakin nyesek saat saya membayangkan betapa tersiksanya doi sebelum mati, siang itu memang panas sekali, saya perjalanan ke Semarang aja habis berliter-liter minuman dan doi di kandangnya, menanti setetes air yang tak kunjung tiba, dari tangan majikan lalai dan zalim macam saya, hingga doi meregang nyawa.. oh...



Rest In Piece Little Fellow

Astagfirullah.. sungguh aku tak bermaksud begitu, kumohon engkau tahu itu, burung suaramu memang tak special bagiku, tapi kau lucu, terkenang saat kayu lidi yang kujulurkan kau gigit-gigit erat dengan paruhmu, bodoh sekali..tapi lucu, aku sungguh terhibur kala itu, satu gambarmu-pun sempat terbidik kameraku, kau nampak gagah meski berubah ilfil kalo dengar kicauanmu, tapi kini yang tersisa cuma pilu, teman-temanmu yang selamat semua pergi dari rumahku, kini mereka diasuh mas Kibi yang lebih tahu, lebih perhatian dan punya ilmu perburungan ini dan itu, burung maafkan aku, kuharap kau kini bisa terbang bebas dengan sayapmu, finally free disana, di taman surga, disisi Rab yang menciptakanmu. Selamat jalan..

*Dan semoga nggak ada lagi generasi penerusmu di rumahku. Aamiiiin. :D








Senin, 26 Agustus 2013

Ganang Bilang Otak Saya Mampet!


Ganang adalah partner saya dalam gowes sepeda di hari minggu, karena dia hanya pakai folding bike sedang saya menunggangi federal, jadi kami tidak bisa gowes terlalu jauh. Namun biar begitu pemuda yang waktu main bola dulu terkenal dengan kaki keras bak kuda itu memang punya endurance yang cukup gila.

Nah kemarin saat sepeda federal jadul saya sekrup pedalnya copot-copot mulu dan musti dikencangkan dengan kunci setiap jalan satu kilo, Ganang nih yang mengusulkan agar melilitkan tali sebelum dikencangkan, sebuah trik lama namun kok ya selama ini nggak kepikiran oleh saya. Trik ini memang berhasil, pedal jadi kenceng dan gowes jadi lancar jaya, sebagai imbalannya pada sebuah jalan yang lempeng dia saya tinggal jauuh sekali di belakang.. sapa suruh naik sepeda lipat Nang..nang?

Ganang memang tak secara gamblang bilang otak saya mampet! namun yah saya menyadarinya sendiri, bahwa dalam keadaan kalut yang ada hanya kekesalan dan emosi, saat itu pikiran jadi kacau, dulu sering ketika pedal mau copot saya uring-uringan, menyalahkan sepeda butut itu, bahkan membantingnya di depan nenek-nenek yang cuma melongo menyaksikan tindak kekerasan tersebut, ndak kepikiran deh untuk mencoba trik simple melilitkan tali.

****

Semua orang, saya katakan sekali lagi SEMUA ORANG! bisa kacau loh saat emosi telah memuncak, dan berujung pada tindakan yang aneh-aneh. Well kita bisa sih menyalahkan tindakannya, tapi jangan benci dan mencaci maki orangnya donk.. apalagi menjudge pribadi orang itu hanya dari satu tindakan konyol ketika dia sedang kacau?? Oh no! Siapa yang ngajarin? orangtua loe?!!

Dalam kasus ini marilah kita menjadi Ganang, ketika seseorang tertimpa musibah ya kita jangan datang ke TKP lalu ikut memojokkan, menggoblok-goblokan, mengolok-olok, mengatakan bejat moralnya dan lain-lain.. Kasihan keluarganya man...

Menjadi ganang, seharusnya kita ada disana dan memberi solusi, memegang bahunya erat-erat dan menguatkannya, kalaupun tidak ada solusi ya mending diam saja, teruslah berlalu nggak usah mampir dan malah menambah beban orang yang sedang susah.

Wokey akhirnya...saya cuma ingin nitip pesan..

Pak Hermansyah, jangan lelah jangan menyerah jangan dulu pensiun ah, tetap latih kiper-kiper muda Indonesia yah...
Tak selamanya sebuah gawang akan terus dibombardir lawan, yang sabar dan tabah Pak!
Bibit-bibit muda membutuhkan polesan tangan Bapak!

if people throw you a bad ball.. pick the ball up and kick back at them Sir, we've got yer back!


Sabtu, 24 Agustus 2013

Yes, I've Got Your Back!


Kemanakah sirnanya nurani embun pagi 
Yang biasanya ramah kini membakar hati? 
Apakah bila terlanjur salahakan tetap dianggap salah?
Tak ada waktu lagi benahi diri 
Tak ada tempat lagi untuk kembali

(Ebiet G Ade - Kalian Dengarkan Keluhanku)


Hari-hari ini agak syok dengan kabar yang menimpa sosok hebat diluar sana, diluar dugaan memang, sangat diluar dugaan.. Dan kasusnya saat ini semakin meruncing saja.

Dan seperti biasa, karena satu tingkah negatifnya beliau jadi bahan olok-olokan, orang seperti tak mau tahu apa penyebab ia melakukan hal itu, dan yang paling penting orang lupa apa yang pernah dilakukannya jauh beberapa tahun lalu. Status tersohor berubah jadi orang paling minor, paling pantas disalahkan dan jadi bahan tertawaan.

Apakah harus seperti itu? apakah setiap kesalahan harus dihukum dengan caci maki? tiadakah hal lain yang lebih baik untuk sosok yang telah memperlihatkan dosanya? Agar jalan hidupnya jadi lebih baik di hari berikutnya? Kenapa masyarakat hoby sekali membully? Seakan-akan hal yang serupa tak mungkin mereka kan ikuti.

Ah sudahlah, bagi saya dan mungkin penggemar di luar sana.
Dia tetap legenda! dan yang mencemooh pun sama, tetap bukan apa-apa

As long as you don't do that oftently Sir.. YES, I'VE GOT YOUR BACK!






Jumat, 02 Agustus 2013

Ngglasar, Njlungup



Entah berapa kali dalam seumur hidup ini saya mengalami solo accident saat naik sepeda, tapi yang teringat dan membekas dalam ingatan di kepala sih 3, ya tiga!

Pertama adalah jaman saya masih SD, di sebuah jalan menurun di kampung tangan saya tak mampu mengendalikan rem, alhasil sepeda saya berbenturan keras dengan cor-coran sebuah taman mini, tanpa Indonesia Indah. Dari tabrakan tersebut cor-coran taman tetangga desa yang terbuat dari semen itu krowak sekitar 10 centi, pun dengan gigi saya yang samapai kaget dan keluar dari singgasananya.

Kedua adalah saat OVJ datang ke Solo, saya memang tidak nonton tapi pada saat itu saya sedang bersepeda ria melewati jalan Slamet Riyadi tempat digelarnya acara, jalanan yang licin karena gerimis membuat ban sepeda selip diantara rel sepur klutuk yang membentang di sepanjang pinggir jalan utama kota tersebut. Badan tidak sakit memang tapi hati ini sakiiittt sekali menyadari orang-orang disekeliling tak ada yang mau mengulurkan tangan, seketika itu saya merasa bagai topeng monyet yang habis melakukan aksi jumpalitan dan mereka hanya menatap dengan nanar, tanpa memberi uang, tanpa memberi pisang.

Yang ketiga baru kemaren ini terjadi, rupanya sepeda saya ini agak alergi dengan rel kereta api, kali ini tkp-nya rel yang saya kira masih saudaraan sama rel bengkong sepur klutuk, tepatnya di persimpangan kereta api Purwosari. Disitulah saya melakukan aksi menakjubkan, tak ada topan tak ada badai tubuh gempal saya terhuyung-huyung dan akhirnya jatuh menggelegar. Sepatu kanan saya sampai copot, alhamdulillah mobil mulus di sebelah ndak jadi tergores stang sepeda butut saya (dont get me wrong biar butut saya suka) Alhamdulillah lagi kali ini ada yang nulungin saya, dan syukur alhamdulillah ketiga badan saya ndak papa, meski malam kemudian pada dua rakaat tarawih pertama saya terpaksa harus cabut karena dengkul kiri saya linu kalau buat sujud.

Ngglasar, njlungup, saat bersepeda bisa terjadi kapan saja dimana saja.. tapi jangan pernah kapok bersentuhan dengan stang, pedal dan sedel.. karena bersepeda itu asyik punya.. apalagi saat istirahat karena lelah dan ngos-ngosan.. uhmm.. rasanya tiada taraaaaa......


Rabu, 31 Juli 2013

Bad Religion - Music In My Ears



Band para priyayi casual yang terkenal dengan lambang crossbuster ini saya kenal belumlah cukup lama.. Dan saya tidak menyesal sebab dengan itu saya bisa mendengarkan banyak sekali lagu lawas mereka tanpa harus nungguin keluaran album baru. Saya yakin semua tahulah ciri khas band punk ini adalah liriknya yang intelektual dalam membahas seputar sosial dan politik, dan pasti juga tahu kalau album kedua mereka aneh bin ajaib. Dan mungkin bukan hanya saya di dunia ini yang berkenalan dengan band ini karena (lewat) lagu Sorrow.. Ah.. sudahlah ini sepuluh lagu favorit saya dari mereka..

Los Angeles Is Burning, Wrong Way Kids, Generator, 21st Century Digital Boy,  Cease, American Jesus, Struck a Nerve, Infected, Punk Rock Song, Sorrow


Senin, 29 Juli 2013

Buka Bersama, Yuuck..


Setelah shalat tarawih malam minggu kemarin saya langsung tidur pules, mungkin akibat kelelahan bersepeda pada sore harinya, biasanya sih bangun pas menjelang sahur, tapi kali ini jam setengah sebelas sudah "nglilir". Eh tepat di bawah jam di Hape ternyata ada notifikasi SMS dari teman yang setelah dilihat ternyata ngajakin buber alias buka bersama..
 
Buka bersama, sebuah acara yang masih saja menjadi tren di bulan ramadhan nampaknya... Ah entah kenapa saya ndak begitu sreg dengan acara beginian, terlalu "happening" banget dan agak alay menurut saya. Selama rutin sepedaan di sore hari pada bulan ramadhan saya sering melihat peserta buber ini sudah memadati warung atau rumah makan pinggir jalan, dari jam 4 atau 5 loh cewek cowok campur bawur pada kumpul berdandan necis, sambil ngobrol ngalor ngidul duduk manis, juga bercanda ketawa ketiwi yang mungkin garing abies.

Entahlah.. menurut saya ada yang salah dengan kegiatan ini, ada sesuatu yang sepertinya tidak terletak pada tempatnya, something odd.. Seperti kalimat yang sering dikatakan bahwa puasa membuat kita belajar menahan lapar dan haus seharian layaknya orang tak punya, tapi sekalinya udah boleh makan dan minum la kok malah berpesta berbuka di sebuah rumah makan. Aneh kan.. odd isn't it?

Buka bersama.. sebenernya itu apa.. menurut saya itu kedok untuk bertemu teman lama, reuni-reuni kecil yang memanfaatkan bulan puasa, saya tak paham apa maknanya, silaturahmi kali ya... tapi ah masak iya.. buka bersama pulang jam berapa.. pada maghriban dimana.. udah pada ijin orang tua...di warung makan itu pasti menunya mahal-mahal harganya.. kalau yang disana saya ndak suka makanannya .. ah ribet saya ndak ikut saya tetep nyepeda aja, buka puasa dirumah sama keluarga seperti biasa, sungguh biasa namun pasti lebih terasa istimewa.



Sabtu, 20 Juli 2013

Originality.. What's that?



Harga barang yang mahal yang ditemui di penjual-penjual bertemakan "original shop" memang jamak terjadi, hal ini bisa terjadi dikarenakan banyak hal, diantaranya biaya membuat desain dan royalti pada artis yang bersangkutan.

Hari ini saya muter-muter nyari topi atau trucker cap di dua buah "shop" dan keduanya dibanderol IDR 75. 000, malah ada yang 95 sampai 110.. Harga segitu mahal memang, tapi worth it juga karena ada nilai limited edition disitu, tapi disitulah juga masalah terlecut, kata limited edition seolah menjadi alasan dimana variasi topi yang tersedia menjadi sedikit.

Ah.. akhirnya alih-alih membeli disitu saya malah kabur ke tempat penjual kaki lima, dan terbelilah sebuah topi berharga jauh dibawah harga original shop Rp. 20.000,- (bisa murah lagi kalau jago nawar).

Ada banyak desain topi yang bertuliskan nama band atau produk tertentu, saya tak mau ambil resiko bila dikatakan beli versi bajakan, ilegal dan lain-lain maka dari itu topi yang saya beli bermotif hitam polos saja.

Bahannya ndak kalah bagus dibanding dengan original shop, dan yang kaya gini termasuk menghidupkan ekonomi rakyat kecil ndak ya... kalau iya, ya itu bisa berarti nilai plus.





Kamis, 18 Juli 2013

Sandal Kesehatan


Kaki kanan saya setelah bangun tidur tiba-tiba terasa sakit sekali untuk berjalan, setelah dilihat dalam-dalam dan dirasakan baik-baik ternyata bagian jari kaki di sebelah jempol saya membengkak. Untuk berdiri saja sakiitt bukan main apalagi untuk jalan walau dekat cuma lima langkah dari rumah.. tak perlu kirim surat, sms juga ndak usah (?)

Sontak Ibu saya yang mengetahui nasib malang yang menimpa anaknya pun marah-marah tak karuan, segala tuduhan digeber pada saya, yang kelebihan berat badan lah, ndak pernah gerak lah, kerjaan cuma makan-tidur lah dan.... lain-lain. (tipikal ibu-ibu lah, kalau "mencari alasan" atas satu perkara bisa ngalahin band malaysia Exist)

Malam itu dengan kaki pincang sebelah akhirnya saya diantar Ayah ke dokter umum, (sumpah padahal saya pengennya dipanggilin tukang urut aja, biar bisa diurut sambil tiduran nyantai nonton tipi dan makan kacang dirumah) alhasil sampai disana si dokter nomor wahid sekampung itu cuma mengecek tensi dan doi (entah orang yang keberapa) bilang badan saya ini kegemukkan dan sudah saatnya dikalibrasi. Tentang kaki saya? Yah dia cuma menyentuhnya sebentar dan kembali lagi berkotbah seputar bahayanya memiliki tubuh lemu ginak-ginuk ala SBY (no offense Pak!)

Usai bersafari dari dokter Safari (yes it's his famous name), di sepanjang perjalanan pulang ayah saya yang seakan mendapat backup data yang valid dari dokter kembali menceramahi saya tentang potensi terkena penyakit dari mulai pernapasan, jantung, sakit gula, diabetes, kolesterol, dan asam urat apabila badan saya ini tetap overweight. Ah kalau saya perempuan mungkin daftar penyakit yang beliau sebutkan akan ditambahi sekalian hipertensi dan gangguan kehamilan dan janin.

Dan yang pasti ujung-ujungnya beliau dengan khidmat menyuruh saya olahraga "Kamu.. nih yah..musti olahraga.. di rumah kan ada sepeda.. 2 jam sehari nonstop, 7 hari dalam seminggu pagi dan sore.. dalam dua bulan tubuhmu pasti langsiiing.." matiiihh.

Aw.. sepedaan itu... Awalnya berat memang, tapi lama-lama titah tersebut malah saya jadikan sebagai agenda rutin keluyuran naik sepeda ke berbagai penjuru kota dan menghidupkan pariwisata lokal saya, termasuk untuk ngabuburit di bulan puasa ini.

Oh iya.. beberapa hari setelah bengkak sembuh, usut punya usut, sandal merk B*t* yang saya pakai adalah biang keladi bengkaknya kaki, hal tersebut saya ketahui saat saya jongkok dan merasa ada tekanan kasar yang dihasilkan bagian dalam sandal tepat pada bagian yang bengkak tempo hari, ah saya pun langsung ingat sehari sebelum kaki membengkak saya memang banyak jongkok untuk memilah-milih buku di bazaar, tekanan sandal itulah yang membuat otot kaki terluka dan membengkak (memar).


Sandal tersebut, memang kadang tidak nyaman bagian dalamnya, pertama membuat kaki lecet, dan kedua membuat kaki bengkak.. Namun blessing in disguise seperti cerita diatas, bengkak pada kaki saya hanya berlangsung sekitar 3 hari saja kok dan efek positif dari itu ternyata saya diingatkan Tuhan melalui ayah-ibu dan dokter untuk rajin berolahraga, terutama bersepeda.



Tulisan ini diikutsertakan dalam momtraveler’s first Giveaway “Blessing in Disguise”



Rabu, 17 Juli 2013

What Happens on The Road, Stays on The Road - Balapan Ala Tukang Becak

 Dulu sewaktu saya pernah mengikuti pelatihan sepakbola, pelatih kami pernah berkata kalo dilapangan kami wajib meminta bola yang dipegang teman untuk dioper ke kami, sambil mencari ruang yang kosong tentunya, intinya ketika bermain di lapangan jangan hanya diam, badan harus bergerak dan mulut musti ngoceh.

Hal tersebut tampaknya berlaku buat para pengayuh becak disini, meski sering kita jumpai transportasi beroda tiga ini hanya mangkal bahkan sang pengemudi enak-enak tiduran menunggu penumpang, namun hal itu tidak berlaku di wilayah dekat perempatan lampu merah di satu sudut kota Solo. Disini tingkah laku para pengayuh becak menjadi lebih menarik untuk disimak, karena mereka pantang hanya menunggu tapi merekalah yang inisiatif mencari dan menjemput penumpang.

Metodenya adalah mereka berkumpul berderet-deret dan menunggu salah satu bus besar datang, ketika bus telah dekat berhamburanlah mereka masuk ke dalam dan berteriak menawarkan jasa transportasi becaknya, siapa cepat dia dapat menjadi aturan mainnya. Tak heran suasana akan menjadi sangat gaduh saat itu, tak terbayang bagi penumpang didalam bus mungkin kehadiran pebecak yang mendadak ini hampir seperti penggerebekan oleh agen khusus dari kepolisian.

Biasanya dari satu "penggerebekan" yang dilakukan sepuluhan pebecak, hanya satu atau dua yang kembali dengan menenteng barang bawaan calon penumpang, lainnya harus rela gigit jari dan menunggu bus berikutnya cepat datang.


Yah.. pada akhirnya tak semua dapat memang, tak semua bangku-bangku becak bakal terisi, hanya mereka yang gesit dan beruntung yang mendapat tambahan rejeki, seperti celoteh salah seorang dari mereka "Siji ngkas keno nggo tuku rokok" alias "Satu (penumpang) lagi bisa buat beli rokok"

Balapan ala tukang becak, memang bukan adu kecepatan dalam mengayuh, tapi dari seberapa lihai penumpang dapat terengkuh, semoga rejeki dari atas selalu mengalir kepada mereka.


Selasa, 02 Juli 2013

duapuluhlima ribu


Kupacu motor menembus malam bersama ayahku, lelaki 60 tahun pembawa truk besar, penjemput barang dari ibukota untuk didistribusi ke kota lain.

Malam itu aku mengantarkannya.
Di pangkalan ia menyodorkan Rp. 25.000,-

"Buat jajan." katanya padaku.

Tak sepatah kata ku ucap, tidak terimakasih pun selamat jalan.
Namun aku menangis sepanjang perjalanan pulang.

Ayah aku mencintaimu.
Dan duapuluhlima ribu darimu masih tersimpan rapi di almariku.



Link







Sabtu, 22 Juni 2013

Ayu.. Fuck You!!


ayu memang keterlaluan, usianya masih dibawah 7 tahun tapi sifatnya tak ubahnya penjahat kelas kakap, licik, licin, sadis, seperti ular yang sangat berbisa, sangat berbisa, bisa memangsa, bisa memangsa.. waktu itu ia bersama 2 orang bocah cilik lainnya, sebut saja zuki dan mameth terlihat tengah bermain di halaman, ayu sedang berperan sebagai seorang penjual makanan, zuki dan mameth adalah pembelinya, tapi entah nggak cocok dengan permainan ini atau apa, si mameth kecil malah asik main sendiri, merasa tak digubris ayu murka, dibisikanlah sepatah dua patah kalimat pada zuki yang kemudian jelas diketahui adalah untuk "menganiaya" mameth, sial tak dapat ditolak, tubuh mameth yang kalah besar dibanding zuki seolah jadi bulan-bulanan, di pukul-lah punggung mameth oleh zuki sekali, "Blak!" Mameth mengerang kesakitan, dipukullah sekali lagi, "Blak!" si mameth yang tak tahan mulai berbalik badan, tapi apa lacur, tangan kecilnya tak akan mampu menandingi si zuki bongsor yang usianya terpaut 2 tahunan diatasnya, maka diamlah dia, melanjutkan bermain. Melihat si mameth belum cukup tersiksa, ayu tambah gila, hanya dengan gerakan bibir, diperintahkanlah si zuki untuk segera menghabisi mameth, dan dengan sekali pukulan, pecahlah tangis dari bibir mameth, zuki terdiam seperti orang bisu, ayu? ular betina ini hanya tersenyum, berkilah, dipanggilnya ibu mameth, dikatakannya bahwa anaknya telah dianiaya zuki dengan sangat tidak manusiawi. Zuki menolak dakwaan itu, tapi terlambat ia tak punya barang bukti yang kuat saat ayu mencecarnya dengan ribuan alasan,.


Kawan, cerita di atas bukanlah fiksi alias sungguh-sungguh terjadi. Dunia ini penuh dengan aksi kriminalitas, bahkan di usia sekecil itupun, di usia yang bahkan belum menginjak angka 7 tahun, kejahatan yang menentang HAM telah terjadi sedemikian gamblang di depan mata.

Menemukan orang yang baik dan tulus itu sulit, baik tapi ada maunya itu banyak, jahat plus ada maunya pun malah lebih banyak, semoga kita dan keluarga dirahmati Allah, dan jangan sampai menjadi seperti ayu di cerita di atas.. ataupun ayu di lagu berikut ini..

Mari kita bernyayi..

Berulang kali aku mencoba
Slalu untuk mengalah
Demi keutuhan berdua
Walau kadang sakit aku menjerit
Cakaran tanganmu menghias sluruh tubuhku

Akankah kubertahan, menahan gamparan
Dan hampir aku pingsan ku tak tahan.. Tolong!!

Yu.. kau memang perkasa,
Membuat tak berdaya
Tinjumu laksana si rambo..
Aku ingin segera putuskan cinta kita
Dan mengucap kata.. "Oh goodbye.."

Pulangkan aku pada ibuku, atau pada ayahku
Atau nenekku terserah,
Aku sudah tak tahan, menahan siksaan
Setiap salah paham gigiku pasti rontok

Yu.. kau memang perkasa,
Membuat tak berdaya
Tinjumu laksana si rambo
Aku ingin segera putuskan cinta kita
Dan mengucap kata.. "Oh goodbye.."

Yuu... (Aduh astaga nggak pas!)
Yuu..Yuu.. (Loh..kok musiknya lain.. heran deh, ini gara-gara si ayu ni!!)
Membuat tak berdaya
Tinjumu laksana si rambo
Aku ingin segera putuskan cinta kita
Dan mengucap kata..
janganlah engkau sewot,
Selamat tinggal alias goodbye..

Goodbye ayu.. slamat tinggal..
Pokoknya, heru, kapok sama ayu..
Kapok-kapok-kapok.. slamat tinggal!




Jumat, 14 Juni 2013

What Happens on the Road Stays on the Road - Kalian Dengarkanlah Pukulanku


Kita tentu ingat dengan iklan beberapa penyedia kartu celuler yang mengatakan jaman sekarang nggak perlu pelit kirim sms dengan iming-iming tarif yang murah meriah dengan bonus ratusan bahkan ribuan sms.

Nah! hal tersebut bisa jadi penggoda iman buat para hansip atau warga yang jaga poskamling, sebab dari pada susah-susah ngapalin tanda pukul kentongan, mendingan sambil ongkang-ongkang kaki di pos tinggal kirim sms dan diforward ke seluruh penjuru kampung, beres.. hehehe..

Karena saya sendiri pun sebenernya ndak terlalu ngerti arti tanda pukul kentongan, tentu terkecuali bunyi yang tung-tung-tung-tung-tung-tung secara terus-menerus sambil teriak maling-maling itu..

Jadi seperti apa sih arti tanda pukul kentongan itu.. berikut silakan disimak..


Arti Tanda Pukul Kentongan:
1. Jika dipukul satu suara "Tung.." sebanyak 4 kali, maka artinya di kampung telah terjadi pembunuhan.
2. Jika dipukul dua suara "Tung..Tung.." sebanyak 3 kali, maka artinya di kampung telah terjadi pencurian.
3. Jika dipukul tiga suara "Tung..Tung..Tung.." sebanyak 3 kali, maka artinya di kampung telah terjadi kebakaran.
4. Jika dipukul empat suara "Tung..Tung..Tung..Tung.." sebanyak 3 kali, maka artinya di kampung telah terjadi bencana banjir.
5. Jika dipukul lima suara "Tung..Tung..Tung..Tung..Tung.." sebanyak 3 kali, maka artinya di kampung telah terjadi pencurian hewan.
6. Jika dipukul enam suara "Tung..Tung..Tung..Tung..Tung..Tung.." sebanyak 3 kali, maka artinya di kampung ada orang yang mencurigakan.

Nah.. gimana.. sudah pahamkah kawan? jadi lebih susah mana.. mukul kentongan apa sms...? hihihihi...









Senin, 08 April 2013

What To Post

What to post...? adalah sebuah kalimat pertanyaan yang menghantui setiap blogger.. baik blogger sukses dan terkenal maupun blogger antah berantah yang bila statistik daily pageviews blognya mencapai 10 saja sudah mengucap syukur Alhamdulillah.

What to post.. mau posting apa.. pertanyaan itu selalu bergejolak dalam otak kepala saya apabila malam telah mencapai puncak dan dua jarum jam mulai berjalan malu-malu beriringan melewati angka duabelass pertanda pergantian hari.. 

Beberapa kali sudah saya canangkan gerakkan satu hari satu posting namun hal tersebut selalu saja menemui kegagalan.. dua hari kemarin saja blog ini sudah minus post (selain minus pengunjung yang sudah jadi tradisi tentunya) seperti itulah, ada saja kendala dalam mewujudkan cita-cita mulia seorang blogger tersebut.

What to post.. padahal banyak sekali kejadian nyata di dunia ini yang bisa dijadikan sebuah posting.. namun kenyataannya sulit sekali rasanya bertemu lalu menindaklanjuti sumber berita tersebut.. Persis seperti keberadaan makhluk halus dunia lain.. mereka ada bahkan banyak di sekitar kita, namun faktanya mata kita tak selalu mampu melihat, telinga kita tak bisa mendengar, pun tangan kita tak kuasa menjamah-jamah tubuhnya..

Jadi kalau diluar sana banyak blogger yang mampu daily posting dan gampang sekali menemukan ide-ide atas peristiwa sehari-harinya.. bolehlah saya sebut mereka paranormal. Dukun dunia maya yang mempunyai six sense sehingga handal menangkap sinyal-sinyal peristiwa untuk dijadikan postingan di blognya.. 

Namun tentu istilah tersebut saya maknai dengan positif.. 

Pada akhirnya what to post tak selamanya menjadi hantu menakutkan bagi mereka yang sudah terbiasa berpikir jeli, cerdik dan inisiatif.. dan di dunia ini sudah banyak yang seperti itu.. semoga suatu saat saya bisa bergabung.amin.



Jumat, 05 April 2013

Kenapa Nggak Dari Dulu

Kenapa nggak dari dulu adalah sebuah kalimat yang jamak menghantui seseorang, lazimnya oleh jiwa yang gagal menyatakan cinta, mahasiswa yang telat menyelesaikan tugasnya, atau seorang hamba yang bodoh amat sama Tuhannya.

Kenapa nggak dari dulu adalah sebuah kalimat yang bertranformasi menjadi rantai yang siap mencekik leher orang-orang yang terlena.

Sahabat.. kita pasti pernah terhantui oleh kata-kata tersebut.. itu wajar saja sebagai manusia yang banyak salah.. tapi setidaknya dari kejadian-kejadian yang menimpa kita, hendaknya dapat dipetik pelajaran yang berharga.. mulai sekarang, karena waktu sekarang pun dalam beberapa minggu kedepan sudah menjadi waktu dulu. selamat hari Jum'at.. Tuhan memberkati.







Kamis, 04 April 2013

Kiwot-kawit-kewut-kowat-kuwet #1


Ini adalah kata kunci para netter yang terketik di mesin pencari sehingga terperosok ke dalam postingan blog saya.. ada delapan kiwot dan semuanya saya akui unik-unik dan menggelitik.

 
Dan.... pada pagelaran akbar award Kiwot-kawit-kewut-kowat-kuwet perdana ini yang Alhamdulillah diikuti 8 peserta... saya sebagai pemilik blog sekaligus juri memutuskan "cerita rambut dipotong oleh  teman" sebagai kiwot terbaik.. selamat!




Selasa, 02 April 2013

A Moment In Time #7




Memandang hujan di Rektorat East Sector... Salah satu tempat favorit untuk menikmati free hotspot di kampus UNS. 1/4/13



Senin, 01 April 2013

tersayat terbuang dan tak dapat ditemukan

teredam dan terendam
memupuk luka dan karam semakin dalam
tak bisa beranjak dan berontak
terkubur di tempat yang sama dimana bumi dipijak
semakin mengurus dan mati
tinggal menanti terompet azal nyaring berbunyi
rapuh tertiup angin, hangus terbakar dingin
hitam tak bercahaya
terlihat muram tak berdaya
tak tahu berapa lama lagi
bersembunyi dibalik besi jeruji
hilang tanpa arah
merah warna darah mengalir dan bernanah
lebam luka murka tanpa identitas
diasingkan dalam lingkaran tanpa batas
remuk redam enggan bangkit kalap tenggelam
tersapu waktu
termakan rayap
laknat
bujang
tak elok dipandang
tersayat terbuang dan tak dapat ditemukan
gersang tanpa air
tersayat terbuang dan tak dapat ditemukan
dicaci dan dicibir
tersayat terbuang dan tak dapat ditemukan
lusuh dan pandir
tersayat terbuang dan tak dapat ditemukan
miris dan tragis
tersayat terbuang dan tak dapat ditemukan



Kamis, 28 Maret 2013

just a random thought of mine


"buat saya.. laki-laki akan kelihatan gagahnya setelah ia berbicara.. berbanding terbalik dengan perempuan.. keanggunannya baru akan terpancar ketika mereka diam menutup bibirnya."



Minggu, 24 Maret 2013

Thanks.. It Helps! part 1

Pada setiap komputer seseorang, pasti terinstal software-software yang sangat diperlukan guna membantu kebutuhan masing-masing pengguna.

Banyak ragam software terinstal disesuaikan dengan profesi sang empunya komputer dengan terlebih dulu menilik kemampuan atau spesifikasi hardware pada PC masing-masing tentunya..

Bagi saya yang hanya pengguna biasa dan bukanlah pekerja IT berikut adalah software berukuran friendly (bukan software bawaan) yang sangat berguna dalam menemani saya menghabiskan waktu bermain komputer.

1. Snagit

Kegunaan utama dari software ini adalah mengcapture image, text dan video pada layar desktop. Jangan lupa juga terdapat photo editing yang menawarkan berbagai opsi berbeda dari photo editing lainnya. Top abiez.

2. Nero Essential


Walau tujuan utama software ini untuk burning cd/dvd, namun bagi saya opsi image editing dari software inilah yang justru sering saya gunakan.. karena selain tampilan yang ndak ribet, opsi simple editing yang ditawarkan juga cukup memuaskan.

3. Arcshoft Panorama Maker

Software bawaan dari Nikon kamera digital yang terbeli beberapa tahun lalu, sangat membantu untuk membuat foto panorama, dan sampai saat ini saya belum bisa menemukan penggantinya. Saya enggan mencari penggantinya!


4. CC Cleaner

Software kecil nan imut, ia adalah satpam sekaligus petugas kebersihan sampah-sampah trace alias history di komputer saya.. bekerja tanpa diperintah.. beberapa kali menerima anugerah sebagai karyawan teladan!


5. DiaryOne

Walau namanya diary, namun kenyataannya software ini malah saya jadikan sebagai tempat untuk mendokumentasikan data dan fakta, dari mulai hasil pertandingan bola klub kesayangan, film yang saya tonton, tiket yang pernah saya beli, karikatur sampai blog-blog orang ternama. Seperti celana jeans cocok-cocok saja untuk cewek, ndak masalah juga buat laki!

6. Win PDF

Sofware ini ketika diinstal dia akan otomatis nempel atau embedded sebagai printer device.. sangat berguna sekali untuk membuat ebook dalam file.pdf.. tinggal click langsung jalan. Dari satu proyek ebook yang saya buat dengannya saya sampai pernah dilempar buku seseorang secara gratis! makaciih..

7. K-lite Codec Pack

Software pemutar film yang sebenarnya hanya saya jadikan sebagai tester untuk memainkan video karena bentuknya yang simple.. tapi sungguh sangat berguna.. harus siap standby bukan hanya di PC pribadi, kalau saat maen ke warnet ketika dicari dia ndak ada.. saya bisa-bisa murka!!


software selanjutnya bersambung...


Jumat, 22 Maret 2013

Alhamdulillah.. Tulisan Saya Dimuat!


Bagaimana perasaan kawan saat mengetahui tulisan dan buah pikiran kawan di muat di surat kabar? Senang, bahagia, bangga, gegap gempita? Ya! setidaknya itulah yang saya rasakan karena tulisan yang saya kirim ke satu surat kabar lokal tempo hari ternyata lolos uji kelayakan dan akhirnya dimuat! Betapa bahagianya saya ketika melihat tulisan saya bersanding dengan tulisan-tulisan lain.. udihh.. serasa jadi wartawan saja.

Tulisan saya memanglah singkat, tidak terlalu istimewa, intinya dalam tulisan itu saya menekankan betapa pentingnya budaya antre untuk selalu diterapkan dalam masyarakat kita. Tidak dipungkiri waktu-waktu ini budaya antre seakan mulai pudar ditelan bumi, dalam contoh kasus yang saya angkat adalah antre penggunaan jembatan yang kebetulan hanya bisa dilalui satu arah.. Namun kenyataanya alih-alih untuk bisa saling tepa-selira, banyak pengendara yang datang belakangan justru langsung maju jalan tanpa mau tahu di seberang banyak pengendara yang sudah nunggu dan datang lebih dulu, sungguh meyebalkan bukan.. Maka lewat tulisan yang dimuat tersebut saya ingin menyampaikan bahwa kita tuh harusnya malu apabila tidak bisa antre dan menghargai orang lain.

Seperti itulah.. oh ya.. bukan bermaksud pamer... cuman agar tidak disangka hoax alias ngibul... berikut saya sertakan skrinsut tulisan saya yang terpampang nyata di suatu surat kabar lokal tersebut... cekidot... *mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk saya


Tulisan saya!! maaf agak burem :)

Bersanding dengan yang lain.. #proud







Kamis, 21 Maret 2013

Weezer - Music To My Ears



Weezer, band Amerika Serikat dengan musik yang menurut saya amat unik, untuk mengatakan suka, saya bahkan harus mendengarkan lagunya bukan hanya sekali. lagu pertama yang saya dengar dari Weezer adalah Hold me, saat itu saya pikir music mereka sama dengan kebanyakan band alternative lainnya, tapi  kenyataannya lagu-lagu dari Weezer ternyata bervariasi dengan melodi-melodi yang catchy, dan lirik yang terkadang walaupun simple tapi ternyata sulit dimengerti karena mengandung unsur satire atau kiasan di dalamnya. Sebagian lagunya enak didengarkan saat berkeliling kota dengan motor melaju santai, atau pada malam-malam saat kita berjalan bergandengan tangan dengan orang yang kita cinta. Berikut sepuluh besar lagu Weezer favorit saya..

Perfect Situation, Island In The Sun, Always, Buddy Holly, O.., Girlfriend, This Is Such a Pity, I Do, Butterfly, Time Flies, Memories


Rabu, 20 Maret 2013

Pecinta Senja

 
Tanah yang ku injak 
sama sepertimu
Langit yang ku junjung 
sama sepertimu
Aku tak berbeda darimu.
Udara yang ku hirup, kau hirup juga
Dingin yang kau rasa, ku rasakan sama
Kita tak terlihat beda.

Matahari tak kan terlihat beda, dari tempatmu
Bulan dan bintang kan terlihat sama, dari tempatku
Kan memberikan cahaya
Yang sama untuk kita.



Warna busanamu yang terlihat beda
Nada kau dendangkan sama indahnya
Harmoni simfoni dunia.
Kendati doa terucap beda
Anugrah yang sama kita terima
Aku adalah kamu, Manusia yang sama


 

Matahari tak kan terlihat beda, dari tempatmu
Bulan dan bintang kan terlihat sama, dari tempatku
Kan memberikan cahaya
Yang sama untuk kita.

By : Dialog dini hari Feat. Kikan & Robi Navicula


Selasa, 19 Maret 2013

Es Gudeg, Nasi Degan


Gudeg siang ini rasanya tak senikmat gudeg yang saya santap pagi-pagi buta di daerah Bantul beberapa bulan kemarin.

Es degan warung pak Mar pun tak sesegar es degan bawaan dari abang saya waktu bulan puasa tahun kemarin.

Kamu bukan gudeg, kamu bukan es degan.. lalu kenapa senyummu hari ini padaku tak selembut dan semanis hari kemarin..  

Es gudeg, nasi degan.. yen atimu lagi judeg, kok yo mesti aku lo sik dadi korban..




Rabu, 13 Maret 2013

banyak..


banyak jalan menuju roma, banyak niat dan alibi untuk selalu mampir ke warung makannya.. bisa karena tempatnya yang nyaman dan hangat, makanan yang dijualnya nikmat, pelayanannya ramah dan memikat, atau simpel saja karena pemiliknya enak dilihat.

banyak cara untuk menikmati hotspotan, ada yang ngumpul buka laptop rame-rame di meja, lesehan sambil bersila, atau sendirian ndepipil bak pendekar yang serius bertapa.

banyak alasan kenapa datang terlambat, bisa karena jalanan macet, angkutan ngaret, atau alarm waker semalam lupa dipencet

banyak cara menjadi orang sukses tersohor dan kaya raya, ada yang meniti dari jenjang akademisi, bisa juga karena otodidak dan belajar sendiri, atau ya.. yang sekedar ketiban untung sampai bisa dikenal disana-sini.


ada banyak cara.... ada sejuta cara bagi orang untuk mencintai, dan dari semua itu adalah cara-cara yang sungguh terlalu biasa.. namun ada satu yang beda... aku.. aku tahu caranya.. aku merasakannya.. tapi enggan.. sungguh enggan aku mengungkapkannya... karena satu.. selalu satu... iya iya benar.. karena itu. Perbedaan yang tak pernah mau menemui titik temu.



Sabtu, 09 Maret 2013

I'm A Pro.. And An Artist Too


"Apapun pekerjaanmu, lakukan dan berikan yang terbaik.. niscaya itulah yang akan memberi arti bagi kehidupan" Begitu nasihat seorang bijak.. dan benar juga... mau jadi menteri, presenter, pelatih bola, tukang bubur, tukang siomay, tukang koran, tukang kredit, tukang dokter, tukang insinyur, tukang guru.. apapun itu.. apalah artinya di mata masyarakat, bila mengerjakannya asal-asalan.. asal selesai, asal rampung, asal finished dan asal dibayar!

Tak ada artinya! kecuali hanya untuk menggugurkan kewajiban.. begitulah kira-kira yang saya tangkap dari seorang Bapak pemangkas rambut.. Seorang barber unik yang baru saya temui kali ini.. selain kocak dan suka bercanda.. nih Bapak ternyata mahir juga merangkai kata-kata bijak yang kadang sampek mak jleb di hati.

Meski kiosnya nampak tidak ramai karena lumayan baru dan terletak nyungsep di dalam kampung, namun tak menyurutkan para pelanggan setianya untuk dipotong walau rambutnya masih sak ucrit. Lumayan ngeselin juga nih Bapak pikir saya waktu pertama kali ngantre di luar.. tambah kesel karena didalam sana malah pada ngakak dan bercanda nggak jelas.. untuk dua orang pelanggan saja saya harus rela ngantri sampai selama 7 lagu peterpan! walau lumayan juga sih, kebetulan saya suka band-nya jadi masih bisa sing along di tengah ketidakpastian itu..

30 menit kemudian tiba giliran saya, waktu masuk agak terusik juga nih sama poto-poto skuad Bayern Munchen yang ditempel di dinding.. biasanya pan modelnya para lelaki yang berambut rapi itu.. la kok ini malah poster pemain bola.. ah sudahlah..mungkin dulu ini tempat main PS..

Duduklah saya di kursi kebanggaan dan segera dicover kain hijau.. "Potong apa?" tanya Bapak itu. "Cepak aja pak.. yang model tipis semuanya. kata saya ringan" Biasanya kalau tukang cukur lainnya langsung aja mulai, tapi beda nih sama yang ini.. tuh Bapak malah mundur sedikit, melihat dengan seksama bentuk wajah dan kepala saya... lalu maju lagi bilang "Nggak cocok mas... bla..bla..bla" menjelaskan potongan apa yang lebih pantes untuk saya.. persis seperti jawaban layanan dukun reg (spasi) cukur.

Karena saya orangnya ndak pedulian masalah rambut saya jawab saja "Ya sudah lah.. terserah Bapak saja" Dari situ baru mulailah sang pemangkas bekerja.. di sepanjang adegan senonoh itu sang Bapak banyak melemparkan guyonan juga kata-kata bijak.. dan tak lupa selalu memberi saran bagian rambut saya bagaimana kalau dipotong gini..gitu.. dan lainnya.. Saya seperti biasa hanya manut saja.. asal kaya Steven Gerrard deh Pak kata saya sambil menunjuk gambar kapten Liverpool di dinding kiosnya.. "Beres.." katanya.

Satu-dua-tiga dan seterusnya lagu-lagu Peterpan mengalun mengiringi keceriaan kami berdua.. tak terasa waktu berlalu sudah.. rambut saya yang berapa waktu lalu masih agak tebal berponi kini sudah tampil nyentrik.. walau bagi saya sih potongan sekeren apapun nggak ngaruh.. bisa jadi karena wajah saya ini sudah terlalu tampan.. atau terlalu jelek... jadi nggak bakalan ngaruh.

Jadi sebenernya saya tidak terlalu memujikan hasil karya tu Bapak lewat potongan rambut di kepala saya.. karena seperti biasa saya memang tidak terlalu peduli akan hal itu. Namun yang perlu digaris bawahi disini adalah proses untuk mencapai seperti itu.. Bapak pencukur tadi telah menunjukkan suatu kesungguhan dalam pekerjaannya, Beliau telah berusaha maksimal dan sungguh-sungguh akan apa yang menjadi kewajiban dalam pekerjaanya, bukan melulu asal selesai asal dibayar. Beliau memilih beda.. memilih menjadi pro.. dan dalam kasus pekerjaanya juga bisa disebut sebagai seniman. Semoga banyak orang yang bekerja dengan prinsip seperti Beliau.. apapun pekerjaan itu.. pasti dunia menjadi lebih indah... persis seperti syair lagu Gombloh "Lestari alamku..lestari desaku.. dimana Tuhanku menitipkan aku.. nyanyi bocah-bocah dikala purnama.. nyanyikan pujaan untuk Nusa."



Jumat, 08 Maret 2013

Dipotong Banci


Ini tentang teman SMA saya dulu, ceritanya saat kami kelas tiga pada satu hari dia dan dua  orang lainnya terseret razia rambut gondrong, dimana mengharuskan mereka harus memotong rambut saat itu juga. Setelah dikasih sejumlah uang oleh pihak sekolahan maka berangkatlah mereka bertiga keluar untuk potong rambut. Nah pas balik lagi ke kelas beberapa jam kemudian gaduhlah seisi kelas menyorakki ketiga teman itu bak selebritis yang kini tampil modis...

Namun salah satu dari mereka yang kebetulan teman sebelahan tempat duduk dengan saya bukannya senang malah terlihat kesal bukan kepalang. Sebab ia menilai model rambutnya terlalu masa kini alias ngetren. Memang benar sih bahkan saking ngetrennya saat itu saya memanggilnya Irwansyah, tambah sewotlah dia. Rupanya teman saya itu tidak suka dipotong model selebriti, juga potong di salon, apalagi sang pemangkas rambut adalah maaf model-model banci gitchuu........ Ia sungguh tidak sukakkk!

Dipotong banci... menjadi lamunan cerita yang cukup untuk sekedar mengundang senyum saat saya menunggu antrian potong rambut hari ini. Kebetulan saya memilih tempat cukur yang berada di belakang gedung sekolah SMA saya dulu. Tempat ini baru, dulu tidak ada bangunan cukur rambut laki-laki diarea ini, tempat cukur yang paling dekat adalah salon yang jadi tempat potong rambut ketiga teman saya waktu itu.

By the way tentang potong rambut, saya dewasa ini belum pernah sekalipun potong di salon. Kebetulan saya bukan tipe orang yang peduli masalah rambut, maka saya lebih suka potong cepak ala tentara atau rapper cuma karena model seperti itu ndak perlu disisir ndak perlu ribet perawatan. Tambahan untuk model seperti itu dijamin semua tukang cukur juga bisa.. makanya saya juga tak punya tempat cukur langganan apalagi harus ke salon. Saya terbiasa potong dimana saja seperti nyari warnet, mungkin kalau memang asik saya akan beberapa kali menyambangi tempat itu namun tidak untuk dijadikan langganan. Dan untuk tempat cukur dibelakang sekolah ini, adalah kunjungan saya yang pertama, dugaan awal saya ini adalah  tempat cukur biasa, namun ternyata pemangkas rambut disini sedikit mampu lebih tampil beda dari yang biasanya.. begini ceritanya... (bersambung)


Kamis, 07 Maret 2013

Iso Di-stop Mas?!!


IDM alias Internet Download Manager yang mempunyai singkatan apik nan mendamaikan itu, siang kemarin berubah sadis dan anarkis menjadi Iso Di-stop Mas...

Tragedi tak senonoh bermula saat saya dengan ganas dan rakus mendownload video-video berukuran cukup besar dari salah satu website ketika asik internetan di sebuah warnet.. keadaan yang sepi membuat setan dengan leluasa membujuk diri saya untuk mendownload semua video yang memang nampak menggiurkan itu...

Nah pas lagi asik-asiknya bercumbu dan berpeluh itulah layar monitor saya diketuk sebuah pesan dari sang operator yang meminta saya mematikan program IDM di PC... Saya pun terkejut, terperanjat, sekaligus malu sendiri... walau saya ngenet bayar... tapi memang sih, tak seharusnya saya gila-gilaan dalam memakainya.. apalagi IDM itukan terkenal menyedot bandwith sekaligus membuat koneksi pc seisi warnet jadi lelet..

Terimakasih mas operator yang menegur saya dengan nada yang saya kira masih halus.. kejadian ini jadi sebuah pengingat bahwa sejatinya dalam memakai sarana publik, walau kita bayar sekalipun, apalagi gratis.. sudah selayaknya kita bisa menghargai orang lain yang membutuhkan sama seperti kita. Ojo sak enak'e dhewe, gunakan seperlunya saja.. Nabi saja mengajarkan kita untuk hidup cukup dan bukan malah berlebihan bukan... qiqiqiqi.. aku dakwah nda... Ah... seperti itulah.. mari mencoba hidup cukup dan mulai menghargai satu sama lain.  



Senin, 04 Maret 2013

A Moment In Time #6





Kembali terduduk didepan kelas "aquarium" Bahasa 1 SMA N 6 Surakarta.. tempat saya menghabiskan satu tahun kelas tiga dengan penuh warna bersama para sahabat dan guru-guru tercinta. 6/7/12




Kamis, 28 Februari 2013

no quit..


Adakah orang-orang sukses di dunia ini yang berhasil merengkuh keberhasilannya karena dia berhenti? berhenti mencoba, berhenti melakukan, berhenti berusaha..

Adakah orang yang sukses di dunia ini karena ia mempunyai sifat quiter, menyerah akan suatu hal dan menganggap akan ada hal lain yang bisa dilakukannya..dan ketika ia menemukan hal lain juga tak sesuai harapannya, ia mengalihkan pandangan pada  yang lainnya lagi.. begitu seterusnya.. meninggalkan masalah lama, mencari hal baru tanpa menyelesaikannya... adakah..?

Setiap orang sukses, setiap orang berhasil mereka adalah yang mempunyai usaha keras, pantang menyerah,  lain dari yang lainnya, dan ehmm.. agak atau memang nggak kenal rasa malu!
Mereka adalah orang-orang yang sudah tinggi,

Apakah saya pernah mengalaminya...? pernah. bukan suatu kesuksesan yang besar memang, tapi saya pernah. Saya ingin seperti itu kembali, saya ingin menjadi gila.. saya ingin hanya mendengar kata hati saya.. saya ingin jadi orang yang sepertinya bukan saya..

Jika semua orang memberi solusi dengan tersenyum.. akankah masalah menjadi lebih mudah?.. bukan.. bukan tersenyum kemoplok seperti mario teguh, tapi tersenyum dengan ringan, seolah ia memang ada untuk menyelesaikan masalah.. walau kita sebenarnya tahu... segala solusi dengan senyumannya tak serta merta menjamin masalah akan reda.. atau bahkan masalah akan tambah keras mendera..

Ah.. saya lebih suka memendamnya.. tidak mengatakannya... tidak jujur.. supaya suasana kondusif.. pikiran saya sejak dulu... tidak semua masalah wajib diceritakan.. ada kalanya masalah itu disembunyikan, ditutupi, dikubur dalam-dalam.. supaya.. keadaan atau suasana tetap kondusif...

Pikiran saya itu benar.. tapi dalam satu hal! Dalam hal lainnya itu juga berarti salah... tapi apakah semua masalah memang harus diceritakan.. ?

Saya bukanlah tipe orang yang tak kenal lelah berhenti berusaha, berani melawan arus demi sampai ke tujuan yang dicita-citakan.. saya adalah tipe manusia yang suka mengalir bebas.. yang berani membuang dan melupakan tujuan atau keinginan semua karena melihat sesuatu yang terasa lebih asik, dan lebih gampang teraih..

Saya adalah si kulit sensitif, yang mampu sembuh dengan sembarang obat, saya adalah sang haus, yang mudah kenyang oleh air dari sembarang oase.

Saya adalah pecundang, saya adalah sang penyingkir, yang enggan berduel bertarung, saya adalah aroma yang membusuk.. dan saya adalah mati.. jika saya memutuskan berhenti.. detik ini.



Rabu, 27 Februari 2013

Gelanggang Pemuda Bung Karno


Bangunan baru yang cukup megah yang terletak di satu sudut kompleks stadion Manahan, hingga postingan ini dibuat belum nampak jelas kegunaannya.. Waktu saya melakukan sidak.. (halah.. halah..) ternyata tempatnya sepi nyenyet ndak ada yang njaga. Ada sih dua orang, yang satu bapak-bapak tua yang sedang bersih-bersih, satunya lagi bapak-bapak tua juga yang sedang tidur pulas... udah itu thok, ndak ada orang lain. Satpam atau karyawan yang ngurusin.. kemana mereka... atau memang tidak ada...

Ayolah.. terlalu banyak bangunan megah di kota solo yang terlantar setelah didirikan, contoh: gedung teater tertutup STSI-Taman Budaya Jawa Tengah (hampir tak terjamah), Rusunawa Kerkov (sekarang depannya malah dibangun mainan anak-anak), Pasar Panggung Rejo belakang UNS (banyak kios kosong mlompong), jangan sampai gelanggang pemuda Presiden pertama RI ini juga mengalami nasib serupa.

By the way saya belum tahu nih kegunaan gelanggang ini untuk apa.. tadi sempet nanya sama bapak yang bersih-bersih malah dijawab buat pertunjukkan konser musik terbuka... hahahaha... macak ciiihh.. jadi mirip TBJ donk... entahlah... tapi yang pasti setelah berkeliling kesana-kemari ternyata fasilitas disini oke loh... namanya juga baru dibangun... terutama toiletnya... masih beersih kinclong kaya hotel (emang saya pernah nginep di hotel??).. pohon besar yang tidak ditebang dan dibiarkan tinggi menjulang juga menambah asiknya tempat ini. Sayang ndak ada tempat buat duduk-duduk santai plus hotspot nya... lah kok malah jadi kaya taman gini...


Sudahlah.. cepat-cepat operasikan tempat ini sebagaimana mestinya, malu donk sama foto bung Karno yang terpampang besar di pintu depan.. jika tempat ini ndak berfungsi dengan normal nantinya.



"Beri saya 11 pemuda, plus pemain cadangan, maka Persis Solo akan mengguncang dunia" Hahahahaha..



Senin, 25 Februari 2013

1 Hari Menjadi Buku


Bagaimana jika saya, kamu menulis dan mengembangkan satu saja peristiwa di setiap hari untuk menjadi bahan artikel, tidak perlu ditaksir dan diukur jumlah panjang halamannya, yang penting tulis saja, hingga berbentuk sebuah artikel atau cerita yang memiliki hikmah pada endingnya.

Bagaimana lagi jika saya dan kamu menulisnya dari hari ke hari selama satu bulan penuh, maka otomatis dalam satu bulan itu ada 30-an cerita dan satu tahun bisa sampai 360 cerita kehidupan, nah pada akhirnya saya dan kamu tinggal pilih cerita-cerita favorit untuk diseleksi menjadi sebuah naskah.

Bagus kalau ada niat mengirimkan ke penerbit, tidak jelek juga untuk mencoba self publishing, bahkan kalau saya dan kamu belum begitu pede, kalimat edit sendiri, layout atur sendiri, cover buat sendiri, print juga sendiri, jilid sendiri juga sudah bisa jadi sebuah buku loo.. meski sederhana dan begitulah adanya tapi bisa, la wong saya pernah mencoba membuatnya waktu lulus SMA.. hahaha...

Dengan kehadiran buku tersebut pasti akan terambil banyak sekali manfaat, terutama untuk diri sendiri, syukur-syukur kalo orang lain ada juga yang merasa memetik hikmahnya.

sebagai akhiran saya mau kutip pernyataan entah siapa saya lupa yang kurang lebih berbunyi

"Otak kita didesain Tuhan untuk berpikir dan berkembang seluas mungkin, tapi saat peristiwa itu terjadi, kadang diri kita sendiri yang malah mencegahnya dan menjadikannya tetap kerdil." 


Sabtu, 23 Februari 2013

No Internet Access


Aura-aura negatif menjangkiti orang-orang hari ini, ikon sinyal dengan tanda pentungan hansip adalah penyebabnya. "No Internet Access" kalimat penjelasan ikon tersebut, berhasil membuat orang-orang kelimpungan. Nada kekecewaan pun terlontar dari arah kanan kiri juga depan saya "Eh tiwas mrene jebul podo ae..." seru seseorang di sebelah saya.

Lucunya hari itu tak seperti biasanya justru banyak sekali yang datang, dan bisa ditebak semakin banyak yang memadati lokasi semakin banyak suara gaduh terdengar disana-sini. Saya yang pertama kali menginjakkan kaki hanya tersenyum sambil menulis postingan ini, bukan karena saya tak mau atau capek karena sudah komplain terlebih dulu. tapi hal yang geratis bila kadang membuat tidak nyaman memang tak selayaknya dikomplain atau disesali dalam-dalam bukan...

Lagipula hari-hari sebelumnya saya sudah sempat menikmati koneksi hotspot disini yang oke punya, sepi lagi, jadi jika hari ini agak terkendala, ya uwis ga usah dipikir temenan ta ya...



Kamis, 21 Februari 2013

Konangan


Pernahkah anda melihat berita atau menyaksikan sendiri orang yang konangan, apa jangan-jangan anda sendiri pernah konangan.. bagaimana rasanya.. saat melihat maupun merasakan... asik, bergembira, malu, sedih... saya pernah mengalami peristiwa ini berkali-kali.. bisa dikatakan saya ini sudah ahli masalah konangan... walau tidak semua konangan bersifat negatif tapi memang kebanyakan yang dialami adalah hal-hal yang kontra positif.

Biar bagaimanapun konangan adalah sesuatu hal yang tidak menyenangkan, jelas saja segala hal yang berbau pribadi jadi tidak menyenangkan bila kemudian diketahui orang lain. Banyak yang berharap orang didunia ini tidak pernah konangan, sayapun demikian, tapi sebagai makhluk sosial apa hal itu bisa??

Tapi bagaimana jika konangan tidak pernah ada.. lalu apa kabar koruptor diluar sana... apa kabar dengan para pendusta... apa kabar para petualang cinta... juga para banci dunia maya...

Konangan itu perlu, konangan pun bisa jadi syarat utama tindak kejahatan dalam bentuk bukti. Peristiwa konangan pun bisa merubah dunia menjadi lebih baik.

Konangan.. oh konangan.. semoga kedatangannya menjadi pertanda, bahwa saya, kamu, mereka, kita semua.. harus menjadi manusia yang lebih baik lagi tingkah lakunya, manis budi pekertinya, elok tindak-tanduknya, elegan tata tuturnya... dengan begitu, konangan tak akan menjadi momok yang siiilallu membebani dan menghantui alam pikiran dan hati kita.


So... apakah anda siap untuk konangaaan hari ini....?


Sabtu, 16 Februari 2013

What if god was one of us..


ini bukan masalah gagal, ini bukan melulu tidak laku, ini jelas tidak karena tidak mampu.. pak bambang yang gagal audisi, pak abdul yang followersnya sedikit sekali, pak siapa itu yang istrinya tidak mau mengerti... walau begitu mereka bukan kumpulan para pecundang... saya.. walau begini saya juga bukan kumpulan para pecundang...

dan komputer warnet pun bersenandung...

eyeah..eyeah..god is great...iyeh..iyeh..god is..good...yeah..yeah..yeah..yeah..yeah..What if god was one of us..just a slop like one of us...


Kamis, 07 Februari 2013

IM3 Free Internet 500 Mb


Berdasar pengalaman pribadi:

1. Cuma berlaku jam 00-06
2. Harus internetan dulu 1 mb atau Rp 1.700 (di kota saya Solo)
3. Lebih baik langsung dibuat download file diatas 1 mb, agar bonus cepat didapat. Tindakan browsing kecil-kecilan bisa berakibat koneksi terputus dan malah tidak jadi mendapat bonus.
4. Setelah bonus internet sudah bisa didapatkan, Anda disuruh ngecek ke *555*7# untuk lihat jumlah free internetnya, ngga usah di check deh.. soalnya ga ada jawaban juga alias nge-blank.
5. Pada pukul 00 sampai 3, bonus dibatasi sampai dengan 10 mb per download, setelah itu koneksi terputus, jadi hati-hati dalam mendownload file diatas 10mb, kemungkinan bisa error.
6. Pada jam 3 sampai 6, download sudah lancar, akan ada info setelah penggunaan mencapai 32 mb, tapi koneksi tidak terputus. Downloadpun lancar jaya!
7. Kecepatan lumayan okee (dengan catatan adanya sinyal 3G! tipe hape saya sony w20) file 5 mb rampung ga lebih dari 2 menit. kalau tanpa sinyal 3G download akan lelet tapi untuk browsing masih oke-oke saja.
8. Setelah jam 6 pagi, masih dapat bonus 3 mb ampe malem jam 24 nanti.
9. Ingat, bonus 3 mb tidaklah besar! ketika bonus habis biaya internet kembali memotong pulsa utama
10. Gunakan opera mini sebagai alternatif browsing dan download Anda, walau untuk beberapa hal, perangkat bawaan dari HP Anda akan lebih nyaman digunakan.


Terimakasih Im3.. dibalik masih ada kekurangannya, saya sebagai pelanggan menyatakan puazzz!!

"SEMOGA PROMO FREE INTERNET 500MB INI BERLANGSUNG LAMA"


Jumat, 01 Februari 2013

The Power Of Ucup


Banyak manusia-manusia yang punya daya seni dan kreatifitas luar biasa diseantero dunia yang kini bisa bersorak gembira, tak perlu banyak waktu pun segepok duit untuk biaya.. cukup dengan sedikit aksi dan keberanian semua bisa berekspresi sesuka ria.. tak perlu audisi hanya regristasi, tak usah antri mengantri hanya butuh sebuah koneksi.

Ribuan video bertebaran tiap masanya, ada yang biasa saja, juga ada yang menggegerkan dunia, ada yang unik tak sedikit yang sarkastik, banyak yang berkualitas mahir, ribuan lainnya versi amatir.

The power of ucup youtube.. sudah semestinya bisa dimanfaatkan dengan benar-benar seksama wal bijaksana, karena setiap orang mampu melihat, setiap orang bisa berkomentar, dan sebagian besar bukan tidak mungkin mengunduh dan menyimpannya di setiap partisi-partisi digital memory.

Ketika setiap orang telah diwarisi satu kekuatan super.. akankah digunakan untuk merubah dunia menjadi lebih baik... atau malah sebaliknya.. pilihan ada di kamu, mereka, saya.. ah.. pilihan itu ada di tangan kita semua.



Senin, 28 Januari 2013

A Moment In Time #5




Car free Day pertama dan salah milih alas kaki, sendal itu membuat jempol kaki saya jadi lecet. 10/9/11


Sabtu, 26 Januari 2013

Novel Remajah Karya Teman Sayah..


*********************
“Wah! Lihat pojok ada toko bagus!!” Kata Sivero

 “Banyak diskon!” Seru Reisha norak.

“Aku mau lihat buku sebentar.. ujar Anne yang terus jalan.

“Tapi Ne.. nanti rok yang udah kuincar ilang.. ayolah kesana bentar! “Rei mulai merengek.

“Enggak! Mana pernah sih cewek diskon kayak kamu itu lihat barang cuman bentar” Anne mulai kesal.

“Terus ngapain ditoko buku? bosen tau!” ujar Rei.

“Cari gorengan! ya baca & cari bukulah non..!!” Anne menghentikan langkahnya.

Geram melihat tingkah mereka Winna mulai angkat bicara.
“Oke! stop! kita berpencar! aku sama Anne, fei sama Rei! Nanti kita ketemuan di food court oke?”

“Aku setuju” Jawabku

“Oke yuk Fei!” Rei mulai menarikku jalan ke neraka diskon tanpa berpamitan dengan Anne atau Winna.

Sampai di toko yang serba pink temboknya, Rei langsung menuju ke Hanger deret baju bertulis Sale 35%. Dengan cekatan dia mengambil rok warna hijau pastel, model tipis jatuh motif bunga lily kecil dan bagian dalam berwarna hijau tua polos. Dia hampir saja berebutan dengan cewek berponi, rambut rebounding yang memegang rok yang sama. Rei hanya tersenyum puas dan menaikkan kedua alisnya sebagai pertanda dialah pemenangnya. Tak cukup hanya rok itu, Rei kembali ke etalase depan untuk melihat kaos Sabrina cream. Setelah menata kedua belanjaan itu, dia kembali kearahku dengan bermodal senyum tanpa dosa, dia seperti prajurit yang laporan pada komandannya bahwa tugasnya sudah selesai. Huuh.. akhirnya! Tapi ada yang aneh, dia terus saja melihat kearah belakangku dan ya Tuhan!! Dia memilih-milih bagian Jaket. Dia tampak tenggelam dalam buaian model jaket-jaket itu.

“Fei yang ini sama yang.. ini bagusan mana?” Tanyanya padaku sambil menunjukkan jaket rajut benang wool yang halus banget warna biru dan yang satu jaket setengah badan warna coklat tua dengan kerah polkadot coklat muda berdominasi putih.

Lalu spontan saja aku mengambil jaket warna hijau tua, dengan aksen putih, kerah rajut beberapa kancing di lengan dan bagian pinggang, jaket itu terkesan army, keren menurutku.
“Yang ini” ujarku.

Rei hanya tersenyum kecut, dia emang tanya pada orang yang salah. Akhirnya dengan pedenya dia bertanya pada cewek disampingnya yang terlihat gemar mode. Ajaib! mereka seketika kayak tante rumpi. Setelah melalui berbagai macam perundingan dan mungkin rumus-rumus yang tak ilmiah, Rei dengan penasehat mbak-mbak unknown tadi mengambil jaket setengah badan yang coklat tua. Belum puas juga dia menghampiri diskon sepatu. Aduh.. bener apa kata Anne, tante diskon ini menganggap mall sebagai rumah keduanya, cape deeeh..! Tapi kurasa jaket yang terkesan army yang kuambil tadi keren, kuambil itu saja. Hampir dua jam Rei muter-muter kayak gasing di satu toko itu dan akhirnya kita ke kasir. Gila aja Rei menghabiskan hampir 600 ribu untuk semua belanjaanya, sedangkan aku cuma 150 untuk 1 barang. Setelah keluar dari toko itu, aku langsung narik Rei secara paksa ke food court, walau beberapa kali dia ngerengek buat lihat-lihat di toko lain, sayangnya sesampai di food court, kami tak kebagian tempat untuk duduk. Winna yang ku telpon ternyata juga belum keluar dari toko buku.

“Terus gimana ni Fei? laper ne..” rengek Rei.

“Iya sama! aku juga, em kita turun aja yuk, keluar mall, cari makan dipinggir city walk” saranku.

“Em..” Rei tampak berpikir “Oke! yuk!”

Kami turun kelantai bawah lewat lift dan keluar mall tepat jalan didepan mall itu yang dinamakan city walk area. Sebenarnya itu cuma trotoar biasa, yang memang seperti fungsinya trotoar memang untuk pejalan kaki, tapi tetep aja ada beberapa kendaraan yang lewat disitu. Sejak diresmikan sebagai city walk daerah itu memang dikhususkan untuk pejalan kaki. Disisi sampingnya rerumputan dan pepohonan diatur lebih rapi, ditepi jalan juga banyak pedagang kaki lima yang berjualan (mungkin akan lebih oke jika para pedagang disediakan kapling (area) tersendiri). Waktu peresmian dulu Solo memecahkan Muri dengan menyediakan 1.000 nasi liwet gratis, terkadang di area tepi city walk juga juga dipakai untuk pameran batik. Pusat solo bisa dibilang memang di jalan Slamet Riyadi ini, banyak tempat makan enak, tempat nongkrong dan tempat keluarga.

Jujur aku agak kaget, karena cewek kayak Rei juga mau kuajak jajan dipinggir jalan. Kami membeli es camcau, sejenis es dawet dengan air gula jawa & santan dicampur dengan sejenis jeli warna hijau yang disebut camcau. Lalu kami duduk di rerumputan pinggir jalan. Rei tetep aja ngobrolin barang-barang diskon di Solo Grand Mall (SGM) dan meneliti kembali barang-barang belanjaannya. Lalu betapa kagetnya aku saat aku sedang ngobrol ada yang menepuk pundakku dari belakang.

“Hai.. eh kamu.. Felicita kan?” sapa cewek berambut ikal kecoklatan sebahu, kulitnya putih terawat, tingginya 160 cm. Dia sering menjadi model sampul di majalah antar sekolah dan majalah kota. Tentu saat dia berjalan akan mengundang perhatian banyak orang, karena selain cantik banget dia juga popular.

“Lyla..? kamu Lyla kan?” Sahutku kaget

“Iya.. lagi ngapain kamu disini?” tanyanya sambil melihat Rei yang kaget, mungkin karena lihat Lyla juga.

“Eh.. iya kenalin ini Reisha” kataku memperkenalkan Rei.

“Em.. anu, aku Reisha” Rei terlihat grogi.

“Di food court kami nggak kebagian tempat buat duduk, karena kelaperan jadi kami menggelandangkan diri kesini, ni aku juga masih tunggu temenku 2 lagi diatas” kataku panjang lebar.

“Wah! dari dulu gak berubah, pas SD kamu kan tukang ribut” katanya menyeringai. “Eh.. ya udah ya.. aku ada janjian ama cowokku di dalam, duluan ya..”

“Yups! silahkan”

Lyla mulai masuk ke mall setelah berpamitan denganku dan Reisha.

“Fei! gila! Lyla itu temenmu?” tanya Rei heboh.

“Iya, kenapa? dia dulu temen waktu SD, tapi pas SMP sampai sekarang kami pisahan, baru juga ketemu tadi”

“Sumpah Fei! nggak nyangka aslinya cakep banget!
jangan deket-deket dia ya?” katanya panik

“Kenapa?” tanyaku bingung.

“Kalau dia masuk kelompok kita, bisa membahayakan aku! coba deh bayangin aura kecantikanku akan tenggelam! dan pasti nanti inner beautyku juga nggak bakal muncul terusnya...”

“Tetot!!! Lihat itu Winna sama Anne dah keluar”
Kupotong kata-kata Rei sebelum dia berkicau nggak jelas.

Gak nyangka juga, buat nyari 2 buku yang cocok Anne menghabiskan 2 jam lebih di toko buku. Karena kami berempat udah mulai kelaperan akhirnya diputuskan makan di restoran milik teman Anne disekitar situ. Lumayanlah Anne menyandang predikat teman, jadi untuk pesan nasi goreng seafood bisa dapet dikon 10%, tapi tetap aja mahal buat kantong pelajar. Hiks... hiks...

* * * * * * * * * * * * *

“Guys! Hari ini pelajaran the killer Prof. Jeff kosong!!!” seru salah satu temenku bertubuh tinggi kurus bernama panggilan Jack (nama aslinya Joko Saputro). Seisi kelas jadi ramai dibuatnya dan mulai melakukan aktivitas gak jelas. Beberapa cewek ada yang ngomongin berita soal gosip artis dalam dan luar negeri, ada yang gossip temen, mode, dst. Cowok-cowokpun ada yang bikin satu cs ngomongin hal yang.. ah gak tahu! urusan cowok kayaknya! beberapa juga ada yang ke kantin. Tapi tetep aja pemegang rekor terheboh 4 cowok belakangku. Mereka kalo nggak bikin runyam dalam kelompok, pasti gangguin temen lain. Tapi whatever! aku dan yang lain udah kebal. Jadi tetep aja aku, sama 3 temenku yang lain cuek ngomong-ngomong, walau tetep juga dengan volume suara yang keras. Tapi tiba-tiba aja saat kami sedang asik ngobrol, tikus kecil putih terlempar kearah kami dari arah belakang. Seketika kami terlonjak kaget, tapi Reisha terus aja berteriak, ketahuan dia takut sama tikus. Disisi lain tikus yang ada di meja berusaha menghampirinya dan Reisha tak bisa beranjak dari tempat duduknya. Mukanya merah padam, matanya berkaca-kaca terlihat hampir menangis, dan terus saja berteriak tanda jijik. Spontan aja aku langsung berdiri dan seperti kejadian yang dulu aku hadap belakang kugebrak meja belakangku. Tawa anak belakang makin menjadi padahal saat ini aku hampir mencapai titk emosi. Anehnnya 1 orang yang merupakan boss gank dari kelompok itu tak ikut tertawa. Dia malah berdiri dengan tenang, tanpa ada sorot mata dendam seperti biasa. Dia menghampiri bangkuku yang tepat ada di 2 bangku didepannya dan sangat mengejutkan! dia mengambil tikus itu dan memasukkan ke box tanpa ada komentar apapun. Tawa 3 temennya terhenti, heran.

“Wei bro! napa nih? kesamber geledek?!!” tanya Troy yang duduk disamping Esha.

“Gak? aku lagi males berurusan dengan 4 nenek sihir itu hari ini!” katanya datar sambil menyerahkan box tikus itu pada Bayu yang ada didepannya.

Hanya ada sorot mata bingung antara 3 temennya, mereka tak mengerti begitu juga denganku dan yang lain. Emosiku reda seketika. Terus kutatap Esha, mungkin sebentar lagi dendam akan keluar lagi, tersadar terus kutatap, dia melihat ke arahku, dengan pandangan yang sama, datar.

“Kenapa?” tetap suara Esha yang kudengar, dengan tatapan mata yang sama.

Tak kujawab dengan kata, cukup kubalas dengan senyum, lalu aku kembali duduk tenang. Suasana jadi agak tenang, mungkin kami banyak membuat banyak orang bingung. kejadian itu, hanya kami yang tahu!.

***********************************************

Penggalan fiksi-nya Pus… saya disuruh ngetik'in....
Puuus… fiksimu mbiyen kie jano sido mbok lombakne ra tow… trus... menang po kalah…. opo draw.... perpanjangan waktu?? adu pinalti no??? *opo to iki..