Jumat, 11 Mei 2012

A Little Note From Our Long Journey


"Abang mundur dari Persis, karena kita tidak dihargai sebagai insan bola"

Mata saya sedikit berkaca, dada saya yang semenit lalu masih membuncah mulai terasa sesak,
masih dengan tangan gemetar sedikit tersendat keypad HP saya geser ke atas..

"Saya pemain yang punya prinsip mas. Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terutama pada Pasoepati"

Tak terasa titik air kemudian muncul di antara sela mata saya sesaat setelah membaca kabar pengunduran diri Om Hermansyah dan Mas Shandy di timeline @Pasoepati tersebut. saya terpaku, tersedu, sendu, dan nyaris tak percaya harus sudah kehilangan dua pahlawan kami itu saat kompetisi masih berjalan.

Ya Tuhan, Akhirnya yang kami khawatirkan terjadi juga, namun tanpa kami duga hal itu datang sedikit lebih cepat dan kurang tepat saat dari kami semua disini masih berusaha perjuangkan untuk yang terbaik bagi tim berikut awak di dalamnya.

Persis kami kembali menoreh luka,
kami bertanya, kami berteriak kenapa,
kami terus mencari jawab akan apa yang telah kami terima

Ada sebuah ketidakadilan dan pengingkaran dari sebuah janji..
Yang kemudian merenggut setiap tawa dan mimpi-mimpi indah kami..
Kami tersakiti.. dibuat patah hati.. tapi kami juga mengerti.. bahwa inilah yang harus terjadi..

Kawan.. Pasoepati...

ketika awan mendung kelabu telah menggantung di ujung langit,
kita boleh berharap agar tak sampai turun hujan.. namun bila kenyataan tetap berkata demikian,
kitapun sejatinya masih bisa berharap akan ada sebuah pelangi yang melengkung indah setelahnya.

Ya, kita memang harus terus berharap dan menjaga harapan itu terus tetap menyala kawan..
karena harapan itulah yang menjadi perisai untuk loyalitas, cinta dan kebanggaan
kita Pasoepati kepada klub kita Persis solo agar tidak mudah pudar dan terkoyak.

Kita harus menjaganya sebagai pengawal langkah-langkah kita dimasa-masa sulit seperti ini.
semestinya kita harus tetap berdiri, meski kita harus dipaksa jatuh-bangun-jatuh-bangun dan tertatih, mari terus mencoba berjalan, bergandengan tangan dan bila perlu saling berangkulan.. saling menguatkan.. berjalan berdampingan dan tak biarkan satu orangpun tertinggal.. melangkah.. bersama.. menuju satu titik.. dimana setiap keluh, kesah, keringat, air mata dan semua pengorbanan menjadi sesuatu yang berarti... sebuah titik terang bernama kejayaan. Ya. Kawan kuyakin kita pasti sampai disana!




Farewell to you our fallen heroes,

tak ada pengabdian yang sia-sia, nama kalian akan tetap terukir di sepanjang dinding perjalanan sejarah klub kami..


....and the journey must go on...

-niko andreyan-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salurkan Cemoohan Anda