Kamis, 22 Desember 2016

Ritual Merawat Kaset Pita


Hunting atau berburu kaset pita di lapak-lapak pedagang barang bekas memang menyenangkan, apalagi jika kita berhasil mendapatkan kaset dari artis yang kita sukai dengan harga murah meriah. Wow rasanya pasti bahagia tak terkira.

Tapi tunggu dulu.. karena pedagang barang bekas biasanya menempatkan kaset bersanding, bertumpuk dengan dagangan lain sering kondisi kaset perlu dipertanyakan, apakah masih mulus, cukup mulus atau sudah compang-camping.

Dengan berbagai macam kondisi kaset tersebut tentu kita tak lalu langsung memajang kaset yang baru kita beli dari pedagang loak di etalase atau rak koleksi kaset kita jika dirasa kondisinya belum cukup meyakinkan.

Nah! Saya sendiri punya ritual yang selalu saya lakukan pada kaset-kaset bekas yang baru direkrut dari pedagang pasar loak sampai akhirnya mejeng manis di rak kaset. Berikut urutan prosesi agung tersebut.


Pertama kali sampai rumah kaset langsung masuk daftar clean list ditumpuk bersama kaset lain. Kaset yang datang duluan berada diatas. Untuk meringankan pekerjaan saya batasi perhari hanya 6 kaset saja yang dicek.

Tahap kedua adalah mendengarkan kaset di tape player. Tujuannya untuk mengecek isi kaset dan membersihkan debu atau jamur yang menempel pada pita. Saya menyelipkan sebuah kain kecil tipis diatas busa pengganjal pita, hal ini agar jika pita kotor, debu tidak menempel pada busa, pun ketika selesai diputar kain kecil bisa langsung dibuang. Busa pengganjal tetap bersih.

Setelah 6 kaset selesai diputar di tape player, tahap selanjutnya adalah menjemur atau mengangin-anginkan cover atau booklet di tempat yang tidak langsung kena sinar matahari. Tujuannya agar booklet tidak bau apek. Juga membersihkan debu yang menempel disana. Jika booklet ada yang sobek saya akan merekatkannya dengan selotip tipis.

Tahap selanjutnya adalah mencuci wadah kaset. Tujuannya tentu agar wadah jadi kembali kinclong. Cuci dengan air sabun. Keringkan sesudahnya.

Selanjutnya kaset-kaset  dimasukkan dalam plastik transparan. Trus dimasukin kulkas. Tujuannya? Entahlah katanya sih biar suaranya jadi bagus kembali. Mitos atau fakta tak ada salahnya dilakukan.

Setelah seharian masuk kulkas kaset diambil, dikeluarkan dari plastik lalu diamkan tunggu sampai kering, apabila ada kaset dengan cangkang kosongan alias tak punya label nama artis dan album juga side a side b, saya akan beri nama dengan kertas tulisan pena trus diselotip agar kaset punya identitas dan mudah diketahui.
Selanjutnya kaset yang sudah bersih dan cover yang sudah dijemur tersebut dimasukkan kembali kedalam wadah yang sudah kinclong, selanjutnya didata secara digital sebelum akhirnya siap untuk mejeng di rak koleksi.

Seperti itulah kiranya ritual terhadap kaset-kaset yang saya beli, jumlahnya kian hari makin bertambah, seperti tak ada habisnya... namun tak ada rasa bosan atau lelah untuk melakukan satu-persatu prosesi tersebut.. yah namanya juga suka. Jadi asik saja.

Bagaimana dengan kawan semua.. punya ritual khusus jugakah dalam merawat kaset.. mari berbagi..





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salurkan Cemoohan Anda