Tampilkan postingan dengan label Tentang Sekitar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Sekitar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 September 2016

Mengapa Shaf Jamaah Sholat Ied Bolong-Bolong?


Sudah dua kali shalat Ied saya lewatkan di masjid Agung.. shalat Iedul Fitri dan Iedul Adha.. dari dua edisi tersebut ada satu hal yang berulang terjadi.. yaitu shaf shalat yang bolong-bolong, terputus, sehingga barisan jadi tidak rapi.

Kenapa tiap Shalat Ied selalu begini, padahal saat Shalat Jum'at atau Shalat yang lain bentuk Shaf Shalat baik-baik saja.

Ternyata penyebabnya adalah takbir. Oh wait sebenarnya penyebab utamanya jamaah itu sendiri yang enggan berdampingan rapat ketika baru datang. Tapi takbir juga punya andil mengapa shaf shalat bolong-bolong.

Kok bisa.. la iya tiap shalat selain Ied.. takbiratul ihram cuma sekali, jamaah yang dibelakang bisa merangsek kedepan atau merapikan barisan tanpa takut ketinggalan shalat.

Lain halnya saat shalat Ied jumlah takbir banyak, jamaah dibelakang tak punya banyak waktu untuk merapatkan barisan sebab takut ketinggalan.

Itulah mengapa shaf shalat Ied di masjid selalu saja ada yang terlihat bolong-bolong tidak rapi. Sangat disayangkan ya..


Senin, 12 September 2016

Tentang Jalanan, Di Malam Hari


Suka banget ngeliat berita di tv tentang arus balik liburan yang menampilkan gambar kendaraan merayap di jalanan.. sudah sejaklama entah kapan seneng banget sama yang namanya suasana malam hari, ngeliat jalanan beserta aktifitas orang-orang dari dalam kendaraan, rasanya adem dan damai aja gitu.. Apalagi kalok ditambah diluar hujan.. uuuh... dingin sambil meringkuk didalam mobil, menikmati rembesan embun di kaca, adalah bentuk kesyahduan yang tiada terkira.

Setiap kali bepergian, yang paling saya ingat dan ingin terulang kembali selalu justru adalah saat-saat berada di perjalanannya. Destinasi, tujuan mungkin juga menjadi hal yang menyenangkan, namun yang begitu membekas di pikiran pasti adalah saat di perjalanan.

Begitulah aku, begitu merindu, begitu mengagumi sosok malam hari, dengan nafasnya yang sepi, dengan dingin tubuhnya yang tiada terperi, melengkapi sosok jiwaku yang penyendiri.





Minggu, 27 Juli 2014

Aku Tak Merasakan Makna


"......bukan karena aku dewasa, tapi memang jaman yang sudah berubah, suatu saat nanti, moment malam idul fitri bisa jadi sudah hilang, lenyap, orang sibuk akan dunia dan tekhnologi, mungkin jalanan akan penuh, mall akan penuh, tempat-tempat hiburan yang akan penuh, tak ada yang peduli dengan masjid, tak ada yang mau menyentuh mic untuk bertakbir, hanya suara dari kaset atau cd yang diputar, orang sibuk memanjakan diri dengan hal yang tidak ada hubungan dengan moment idul fitri, terserah mereka saja, kalau memang jaman sudah berubah mau diapain lagi, aku rindu suasana idul fitri seperti dulu, ah iya bulan puasa juga sudah berubah demikian rupa, lihatlah satu bulan itu berlalu seperti orang kencing saja, cepat, tak ada kesan, karena esensi sudah terabaikan, tersaingi, dengan bermacam hal dan tekhnologi, ya sudah terserah, ini malam idul fitri, besok hari raya lebaran, tapi hey.. aku tak merasakan apa-apa, aku tak merasakan makna."

Dikutip dari diary Catatan Akhir Ramadhan.


Sabtu, 04 Januari 2014

Another Side of Tongkol #1 : Pak Nanang


Saat ini Pak Nanang mungkin tengah terduduk lunglai di kursi kecil, menghadap televisi tua yang kerap mati sendiri dalam hitungan menit, atau mungkin dia sedang duduk mengangkat kaki di bangku panjangnya dan masih terlihat bugar di jam-jam orang harusnya mengatupkan mata seperti ini, jika saya disana dia tak akan pernah sendiri, laki-laki separuh baya itu.. sungguh ada rasa iba ketika melihatnya, namun lupakan, dia adalah orang yang tegar, ya dia mungkin mengeluh tentang pekerjaannya dan terpikir untuk pensiun, namun itu hanya kamuflase atau selingan saja.

Pak Nang begitu saya kadang memanggilnya lebih banyak menyunggingkan senyum, yang tentu membuat hati orang yang melihatnya merasa "lega", Pak Nang memang suka sekali tersenyum, tak pernah juga marah-marah, kadang atau sering saya keki dibuatnya, ketika saya tinggalkan dia di masjid saat kami pulang shalat Jum'at bersama, dia bertanya sambil tersenyum, ketika kami sedang jalan-jalan dan saya tiba-tiba hilang entah kemana, pas ketemu di post dia tersenyum, pas dia ketiduran dan saya bangunkan dia hanya buka mata... lalu tersenyum, dan yang paling saya suka saat saya kembali untuk tidur di truk, lalu dia memanggilku balik ke post untuk menyaksikan siaran bola, di kejauhan dia menyambutku.. tersenyum!

Saya rasa saya menyukainya, usianya terpaut jauh denganku, namun rasa persahabatannya hangat dan mengalir seperti kami ini sebaya. Seperti teman kami saling mentraktir minuman, seperti teman kami saling bertukar pikiran, seperti teman kami saling lempar candaan, namun sebagai orang yang lebih muda sayapun selalu taruh hormat padanya, dan sebagai orang yang lebih tua Pak Nang harus sering-sering ngalah kalau saya sedang manja, kami ini teman yang kadang bisa berubah status jadi paman-keponakan.

Pak Nang bilang dia akan kembali ke kampung halaman di Pandeglang, Pak Nang bilang sebentar lagi dia akan pensiun dan pulang, taukah dia saat dia mengutarakan hal itu, ada bagian hati saya yang kecewa. Saya cuma berharap semoga saya nggak telat, saya baru sampai di tempat ini dan menemukan keasyikan yang membunuh rasa bosan karena ada dia.

Pak Nang, thanks for the kindness, ulah sieun! friends, family, forever!!!



Sabtu, 28 Desember 2013

Selintas Renungan #1


Aku suka melihat pemandangan dari kamar atas, kadang kalau emosinya ketangkap, aku merasakan sebuah hari yang baru disana, sebuah keindahan yang sempurna untuk menjalani sebuah hari dengan penuh suka cita dan rasa syukur yang dalam.

Kadang aku bertanya nikmat apa lagi yang aku cari, selalu aku bandingkan apa yang aku punya dengan orang lain, orang-orang di sekitarku, tetanggaku, apakah mereka melihat keindahan yang sama.. dengan segala perbedaan yang Tuhan berikan, apakah mereka mampu merasakan keindahan yang sama...

Aku tak tahu jawaban mereka, namun aku punya jawaban sendiri atas pertanyaan itu, kebahagian atas keindahan bagiku tak bisa diukur dengan satu kenyamanan, seperti aku yang bisa merasa begitu lega ketika bangun dari tidur dan menemui diriku berada di bawah jembatan tol, diatas truk yang berdebu, namun aku merasa bahagia,

Aku merasa damai melihat tembok jalan layang itu berderu meski waktu telah melewati masa-masa manusia terjaga, aku bahagia, buatku bahagia itu kadang sesuatu yang berada di luar isi kepala, nonsens, bukan tidak mungkin aku akan menemukannya dalam ruang penjara, atau dalam suasana dilanda banjir tsunami yang melululantahkan tanah dan harus mengungsi di penampungan, rasa bahagia mungkin saja terjadi dan terjalin disana.

Rasa bahagia itu terjadi atau dibuat sendiri aku tak tahu, tapi aku percaya, sesungguhnya aku hanya perlu membuka mata, karena mereka ada dimana-mana, ya di sekitarku mereka ada.

Kamis, 05 September 2013

Don't Mess With the Wartong Staff


Punya warung itu enak, selain dagangan bisa dikonsumsi sendiri dengan harga yang lebih murah dan akses yang mudah, dalam satu hal warung bisa digunakan sebagai sarana untuk mengetahui pribadi sesorang, terutama para saudara dekat yang siapa lagi kalau bukan tetangga.

Setidaknya itulah yang saya alami ketika lama berkecimpung menjadi staff wartong (warung kelontong) di keluarga saya sendiri semenjak masih balita.. masih balita!!

Oke kepribadian-kepribadian tersebut adalah:

1. Tata Bicara
Ada pelanggan yang ramah dan sopan, ada yang resek dan sengak kalau kata pakde, ada yang masa bodoh dan bertipe pay and rush, ada juga yang super ramah hingga mengucapkan "matur suwun" berkali-kali sebelum benar-benar undur diri (yang ini ramah tapi njengkelin)

2. Daya Bayar
Dimana ada penjual disitu ada pelanggan, celakanya disitu pula biasanya ada pengutang. Nah kalau masalah yang satu ini keluarga kami udah kebal kayaknya. Jaman dulu sih kami punya buku khusus untuk mencatat segala macam "perbuatan dosa" para manusia tersebut, namun seiring berjalannya waktu kami capek sendiri, atau frustasi lebih tepatnya. La piye jal gali lubang tutup lubangnya bang Roma itu terbukti jitu loh, dan tambahan para pelanggan banyak yang menerapkan taktik 4-4-2 alias ngutang 4 lalu kemudian hari bayar 4 tapi sambil ngutang lagi 2!

3. Oportunis
Sebenarnya saya tidak tahu apa bahasa tepatnya, tapi karena saya suka sepakbola saya sebut saja oportunis, yaitu orang-orang yang memanfaatkan kesempatan di mulut gawang secara selfish dan membabi buta. Dan dalam kasus perwarungan mereka adalah kaum yang kalau dapat kembalian lebih akan diam seribu bahasa, tapi kalau kurang udah sampai rumah pun mereka rela kembali lagi dan menagih duit kembalian. Dalam kasus ini jangan kaget bila tetangga sebelah kita bisa jadi ternyata begitu mengerikan, saya suka mencoba taktik memberi kembalian secara kurang dan secara lebih untuk memancing keoportunisan mereka, dan yah.. beberapa masih memilih sang malaikat putih bercahaya, tak jarang pula setan merah yang dominan merasuk otaknya.

4. Loyalty
Memiliki pelanggan yang loyal itu bentuk karunia dari Tuhan, dan saya yakin para pelanggan telah menentukan pilihan masing-masing mau membelanjakan uang dimana. Warung kami punya pelanggan yang loyal, ada pula yang disloyal, tapi itu tidak menjadi masalah, karena saya pikir, itu cuma masalah selera dan mood saja... #tsaaahh..


Begitulah analisis kepribadian tetangga yang saya dapat dari hasil penelitian bertahun-tahun melalui warung sederhana keluarga kami. Bukannya mau nge-judge secara keseluruhan, tapi setidaknya saya tahulah sifat-sifat bermasyarakat mereka, mana yang tergolong licin, yang oportunis, atau yang berhati mulia.. jadi please deh tetangga.. don't mess with the wartong staff.. waspadalah.. waspadalah!!


Senin, 26 Agustus 2013

Ganang Bilang Otak Saya Mampet!


Ganang adalah partner saya dalam gowes sepeda di hari minggu, karena dia hanya pakai folding bike sedang saya menunggangi federal, jadi kami tidak bisa gowes terlalu jauh. Namun biar begitu pemuda yang waktu main bola dulu terkenal dengan kaki keras bak kuda itu memang punya endurance yang cukup gila.

Nah kemarin saat sepeda federal jadul saya sekrup pedalnya copot-copot mulu dan musti dikencangkan dengan kunci setiap jalan satu kilo, Ganang nih yang mengusulkan agar melilitkan tali sebelum dikencangkan, sebuah trik lama namun kok ya selama ini nggak kepikiran oleh saya. Trik ini memang berhasil, pedal jadi kenceng dan gowes jadi lancar jaya, sebagai imbalannya pada sebuah jalan yang lempeng dia saya tinggal jauuh sekali di belakang.. sapa suruh naik sepeda lipat Nang..nang?

Ganang memang tak secara gamblang bilang otak saya mampet! namun yah saya menyadarinya sendiri, bahwa dalam keadaan kalut yang ada hanya kekesalan dan emosi, saat itu pikiran jadi kacau, dulu sering ketika pedal mau copot saya uring-uringan, menyalahkan sepeda butut itu, bahkan membantingnya di depan nenek-nenek yang cuma melongo menyaksikan tindak kekerasan tersebut, ndak kepikiran deh untuk mencoba trik simple melilitkan tali.

****

Semua orang, saya katakan sekali lagi SEMUA ORANG! bisa kacau loh saat emosi telah memuncak, dan berujung pada tindakan yang aneh-aneh. Well kita bisa sih menyalahkan tindakannya, tapi jangan benci dan mencaci maki orangnya donk.. apalagi menjudge pribadi orang itu hanya dari satu tindakan konyol ketika dia sedang kacau?? Oh no! Siapa yang ngajarin? orangtua loe?!!

Dalam kasus ini marilah kita menjadi Ganang, ketika seseorang tertimpa musibah ya kita jangan datang ke TKP lalu ikut memojokkan, menggoblok-goblokan, mengolok-olok, mengatakan bejat moralnya dan lain-lain.. Kasihan keluarganya man...

Menjadi ganang, seharusnya kita ada disana dan memberi solusi, memegang bahunya erat-erat dan menguatkannya, kalaupun tidak ada solusi ya mending diam saja, teruslah berlalu nggak usah mampir dan malah menambah beban orang yang sedang susah.

Wokey akhirnya...saya cuma ingin nitip pesan..

Pak Hermansyah, jangan lelah jangan menyerah jangan dulu pensiun ah, tetap latih kiper-kiper muda Indonesia yah...
Tak selamanya sebuah gawang akan terus dibombardir lawan, yang sabar dan tabah Pak!
Bibit-bibit muda membutuhkan polesan tangan Bapak!

if people throw you a bad ball.. pick the ball up and kick back at them Sir, we've got yer back!


Sabtu, 24 Agustus 2013

Yes, I've Got Your Back!


Kemanakah sirnanya nurani embun pagi 
Yang biasanya ramah kini membakar hati? 
Apakah bila terlanjur salahakan tetap dianggap salah?
Tak ada waktu lagi benahi diri 
Tak ada tempat lagi untuk kembali

(Ebiet G Ade - Kalian Dengarkan Keluhanku)


Hari-hari ini agak syok dengan kabar yang menimpa sosok hebat diluar sana, diluar dugaan memang, sangat diluar dugaan.. Dan kasusnya saat ini semakin meruncing saja.

Dan seperti biasa, karena satu tingkah negatifnya beliau jadi bahan olok-olokan, orang seperti tak mau tahu apa penyebab ia melakukan hal itu, dan yang paling penting orang lupa apa yang pernah dilakukannya jauh beberapa tahun lalu. Status tersohor berubah jadi orang paling minor, paling pantas disalahkan dan jadi bahan tertawaan.

Apakah harus seperti itu? apakah setiap kesalahan harus dihukum dengan caci maki? tiadakah hal lain yang lebih baik untuk sosok yang telah memperlihatkan dosanya? Agar jalan hidupnya jadi lebih baik di hari berikutnya? Kenapa masyarakat hoby sekali membully? Seakan-akan hal yang serupa tak mungkin mereka kan ikuti.

Ah sudahlah, bagi saya dan mungkin penggemar di luar sana.
Dia tetap legenda! dan yang mencemooh pun sama, tetap bukan apa-apa

As long as you don't do that oftently Sir.. YES, I'VE GOT YOUR BACK!






Senin, 29 Juli 2013

Buka Bersama, Yuuck..


Setelah shalat tarawih malam minggu kemarin saya langsung tidur pules, mungkin akibat kelelahan bersepeda pada sore harinya, biasanya sih bangun pas menjelang sahur, tapi kali ini jam setengah sebelas sudah "nglilir". Eh tepat di bawah jam di Hape ternyata ada notifikasi SMS dari teman yang setelah dilihat ternyata ngajakin buber alias buka bersama..
 
Buka bersama, sebuah acara yang masih saja menjadi tren di bulan ramadhan nampaknya... Ah entah kenapa saya ndak begitu sreg dengan acara beginian, terlalu "happening" banget dan agak alay menurut saya. Selama rutin sepedaan di sore hari pada bulan ramadhan saya sering melihat peserta buber ini sudah memadati warung atau rumah makan pinggir jalan, dari jam 4 atau 5 loh cewek cowok campur bawur pada kumpul berdandan necis, sambil ngobrol ngalor ngidul duduk manis, juga bercanda ketawa ketiwi yang mungkin garing abies.

Entahlah.. menurut saya ada yang salah dengan kegiatan ini, ada sesuatu yang sepertinya tidak terletak pada tempatnya, something odd.. Seperti kalimat yang sering dikatakan bahwa puasa membuat kita belajar menahan lapar dan haus seharian layaknya orang tak punya, tapi sekalinya udah boleh makan dan minum la kok malah berpesta berbuka di sebuah rumah makan. Aneh kan.. odd isn't it?

Buka bersama.. sebenernya itu apa.. menurut saya itu kedok untuk bertemu teman lama, reuni-reuni kecil yang memanfaatkan bulan puasa, saya tak paham apa maknanya, silaturahmi kali ya... tapi ah masak iya.. buka bersama pulang jam berapa.. pada maghriban dimana.. udah pada ijin orang tua...di warung makan itu pasti menunya mahal-mahal harganya.. kalau yang disana saya ndak suka makanannya .. ah ribet saya ndak ikut saya tetep nyepeda aja, buka puasa dirumah sama keluarga seperti biasa, sungguh biasa namun pasti lebih terasa istimewa.



Sabtu, 20 Juli 2013

Originality.. What's that?



Harga barang yang mahal yang ditemui di penjual-penjual bertemakan "original shop" memang jamak terjadi, hal ini bisa terjadi dikarenakan banyak hal, diantaranya biaya membuat desain dan royalti pada artis yang bersangkutan.

Hari ini saya muter-muter nyari topi atau trucker cap di dua buah "shop" dan keduanya dibanderol IDR 75. 000, malah ada yang 95 sampai 110.. Harga segitu mahal memang, tapi worth it juga karena ada nilai limited edition disitu, tapi disitulah juga masalah terlecut, kata limited edition seolah menjadi alasan dimana variasi topi yang tersedia menjadi sedikit.

Ah.. akhirnya alih-alih membeli disitu saya malah kabur ke tempat penjual kaki lima, dan terbelilah sebuah topi berharga jauh dibawah harga original shop Rp. 20.000,- (bisa murah lagi kalau jago nawar).

Ada banyak desain topi yang bertuliskan nama band atau produk tertentu, saya tak mau ambil resiko bila dikatakan beli versi bajakan, ilegal dan lain-lain maka dari itu topi yang saya beli bermotif hitam polos saja.

Bahannya ndak kalah bagus dibanding dengan original shop, dan yang kaya gini termasuk menghidupkan ekonomi rakyat kecil ndak ya... kalau iya, ya itu bisa berarti nilai plus.





Rabu, 17 Juli 2013

What Happens on The Road, Stays on The Road - Balapan Ala Tukang Becak

 Dulu sewaktu saya pernah mengikuti pelatihan sepakbola, pelatih kami pernah berkata kalo dilapangan kami wajib meminta bola yang dipegang teman untuk dioper ke kami, sambil mencari ruang yang kosong tentunya, intinya ketika bermain di lapangan jangan hanya diam, badan harus bergerak dan mulut musti ngoceh.

Hal tersebut tampaknya berlaku buat para pengayuh becak disini, meski sering kita jumpai transportasi beroda tiga ini hanya mangkal bahkan sang pengemudi enak-enak tiduran menunggu penumpang, namun hal itu tidak berlaku di wilayah dekat perempatan lampu merah di satu sudut kota Solo. Disini tingkah laku para pengayuh becak menjadi lebih menarik untuk disimak, karena mereka pantang hanya menunggu tapi merekalah yang inisiatif mencari dan menjemput penumpang.

Metodenya adalah mereka berkumpul berderet-deret dan menunggu salah satu bus besar datang, ketika bus telah dekat berhamburanlah mereka masuk ke dalam dan berteriak menawarkan jasa transportasi becaknya, siapa cepat dia dapat menjadi aturan mainnya. Tak heran suasana akan menjadi sangat gaduh saat itu, tak terbayang bagi penumpang didalam bus mungkin kehadiran pebecak yang mendadak ini hampir seperti penggerebekan oleh agen khusus dari kepolisian.

Biasanya dari satu "penggerebekan" yang dilakukan sepuluhan pebecak, hanya satu atau dua yang kembali dengan menenteng barang bawaan calon penumpang, lainnya harus rela gigit jari dan menunggu bus berikutnya cepat datang.


Yah.. pada akhirnya tak semua dapat memang, tak semua bangku-bangku becak bakal terisi, hanya mereka yang gesit dan beruntung yang mendapat tambahan rejeki, seperti celoteh salah seorang dari mereka "Siji ngkas keno nggo tuku rokok" alias "Satu (penumpang) lagi bisa buat beli rokok"

Balapan ala tukang becak, memang bukan adu kecepatan dalam mengayuh, tapi dari seberapa lihai penumpang dapat terengkuh, semoga rejeki dari atas selalu mengalir kepada mereka.


Sabtu, 22 Juni 2013

Ayu.. Fuck You!!


ayu memang keterlaluan, usianya masih dibawah 7 tahun tapi sifatnya tak ubahnya penjahat kelas kakap, licik, licin, sadis, seperti ular yang sangat berbisa, sangat berbisa, bisa memangsa, bisa memangsa.. waktu itu ia bersama 2 orang bocah cilik lainnya, sebut saja zuki dan mameth terlihat tengah bermain di halaman, ayu sedang berperan sebagai seorang penjual makanan, zuki dan mameth adalah pembelinya, tapi entah nggak cocok dengan permainan ini atau apa, si mameth kecil malah asik main sendiri, merasa tak digubris ayu murka, dibisikanlah sepatah dua patah kalimat pada zuki yang kemudian jelas diketahui adalah untuk "menganiaya" mameth, sial tak dapat ditolak, tubuh mameth yang kalah besar dibanding zuki seolah jadi bulan-bulanan, di pukul-lah punggung mameth oleh zuki sekali, "Blak!" Mameth mengerang kesakitan, dipukullah sekali lagi, "Blak!" si mameth yang tak tahan mulai berbalik badan, tapi apa lacur, tangan kecilnya tak akan mampu menandingi si zuki bongsor yang usianya terpaut 2 tahunan diatasnya, maka diamlah dia, melanjutkan bermain. Melihat si mameth belum cukup tersiksa, ayu tambah gila, hanya dengan gerakan bibir, diperintahkanlah si zuki untuk segera menghabisi mameth, dan dengan sekali pukulan, pecahlah tangis dari bibir mameth, zuki terdiam seperti orang bisu, ayu? ular betina ini hanya tersenyum, berkilah, dipanggilnya ibu mameth, dikatakannya bahwa anaknya telah dianiaya zuki dengan sangat tidak manusiawi. Zuki menolak dakwaan itu, tapi terlambat ia tak punya barang bukti yang kuat saat ayu mencecarnya dengan ribuan alasan,.


Kawan, cerita di atas bukanlah fiksi alias sungguh-sungguh terjadi. Dunia ini penuh dengan aksi kriminalitas, bahkan di usia sekecil itupun, di usia yang bahkan belum menginjak angka 7 tahun, kejahatan yang menentang HAM telah terjadi sedemikian gamblang di depan mata.

Menemukan orang yang baik dan tulus itu sulit, baik tapi ada maunya itu banyak, jahat plus ada maunya pun malah lebih banyak, semoga kita dan keluarga dirahmati Allah, dan jangan sampai menjadi seperti ayu di cerita di atas.. ataupun ayu di lagu berikut ini..

Mari kita bernyayi..

Berulang kali aku mencoba
Slalu untuk mengalah
Demi keutuhan berdua
Walau kadang sakit aku menjerit
Cakaran tanganmu menghias sluruh tubuhku

Akankah kubertahan, menahan gamparan
Dan hampir aku pingsan ku tak tahan.. Tolong!!

Yu.. kau memang perkasa,
Membuat tak berdaya
Tinjumu laksana si rambo..
Aku ingin segera putuskan cinta kita
Dan mengucap kata.. "Oh goodbye.."

Pulangkan aku pada ibuku, atau pada ayahku
Atau nenekku terserah,
Aku sudah tak tahan, menahan siksaan
Setiap salah paham gigiku pasti rontok

Yu.. kau memang perkasa,
Membuat tak berdaya
Tinjumu laksana si rambo
Aku ingin segera putuskan cinta kita
Dan mengucap kata.. "Oh goodbye.."

Yuu... (Aduh astaga nggak pas!)
Yuu..Yuu.. (Loh..kok musiknya lain.. heran deh, ini gara-gara si ayu ni!!)
Membuat tak berdaya
Tinjumu laksana si rambo
Aku ingin segera putuskan cinta kita
Dan mengucap kata..
janganlah engkau sewot,
Selamat tinggal alias goodbye..

Goodbye ayu.. slamat tinggal..
Pokoknya, heru, kapok sama ayu..
Kapok-kapok-kapok.. slamat tinggal!




Jumat, 14 Juni 2013

What Happens on the Road Stays on the Road - Kalian Dengarkanlah Pukulanku


Kita tentu ingat dengan iklan beberapa penyedia kartu celuler yang mengatakan jaman sekarang nggak perlu pelit kirim sms dengan iming-iming tarif yang murah meriah dengan bonus ratusan bahkan ribuan sms.

Nah! hal tersebut bisa jadi penggoda iman buat para hansip atau warga yang jaga poskamling, sebab dari pada susah-susah ngapalin tanda pukul kentongan, mendingan sambil ongkang-ongkang kaki di pos tinggal kirim sms dan diforward ke seluruh penjuru kampung, beres.. hehehe..

Karena saya sendiri pun sebenernya ndak terlalu ngerti arti tanda pukul kentongan, tentu terkecuali bunyi yang tung-tung-tung-tung-tung-tung secara terus-menerus sambil teriak maling-maling itu..

Jadi seperti apa sih arti tanda pukul kentongan itu.. berikut silakan disimak..


Arti Tanda Pukul Kentongan:
1. Jika dipukul satu suara "Tung.." sebanyak 4 kali, maka artinya di kampung telah terjadi pembunuhan.
2. Jika dipukul dua suara "Tung..Tung.." sebanyak 3 kali, maka artinya di kampung telah terjadi pencurian.
3. Jika dipukul tiga suara "Tung..Tung..Tung.." sebanyak 3 kali, maka artinya di kampung telah terjadi kebakaran.
4. Jika dipukul empat suara "Tung..Tung..Tung..Tung.." sebanyak 3 kali, maka artinya di kampung telah terjadi bencana banjir.
5. Jika dipukul lima suara "Tung..Tung..Tung..Tung..Tung.." sebanyak 3 kali, maka artinya di kampung telah terjadi pencurian hewan.
6. Jika dipukul enam suara "Tung..Tung..Tung..Tung..Tung..Tung.." sebanyak 3 kali, maka artinya di kampung ada orang yang mencurigakan.

Nah.. gimana.. sudah pahamkah kawan? jadi lebih susah mana.. mukul kentongan apa sms...? hihihihi...









Jumat, 05 April 2013

Kenapa Nggak Dari Dulu

Kenapa nggak dari dulu adalah sebuah kalimat yang jamak menghantui seseorang, lazimnya oleh jiwa yang gagal menyatakan cinta, mahasiswa yang telat menyelesaikan tugasnya, atau seorang hamba yang bodoh amat sama Tuhannya.

Kenapa nggak dari dulu adalah sebuah kalimat yang bertranformasi menjadi rantai yang siap mencekik leher orang-orang yang terlena.

Sahabat.. kita pasti pernah terhantui oleh kata-kata tersebut.. itu wajar saja sebagai manusia yang banyak salah.. tapi setidaknya dari kejadian-kejadian yang menimpa kita, hendaknya dapat dipetik pelajaran yang berharga.. mulai sekarang, karena waktu sekarang pun dalam beberapa minggu kedepan sudah menjadi waktu dulu. selamat hari Jum'at.. Tuhan memberkati.







Selasa, 02 April 2013

A Moment In Time #7




Memandang hujan di Rektorat East Sector... Salah satu tempat favorit untuk menikmati free hotspot di kampus UNS. 1/4/13



Rabu, 20 Maret 2013

Pecinta Senja

 
Tanah yang ku injak 
sama sepertimu
Langit yang ku junjung 
sama sepertimu
Aku tak berbeda darimu.
Udara yang ku hirup, kau hirup juga
Dingin yang kau rasa, ku rasakan sama
Kita tak terlihat beda.

Matahari tak kan terlihat beda, dari tempatmu
Bulan dan bintang kan terlihat sama, dari tempatku
Kan memberikan cahaya
Yang sama untuk kita.



Warna busanamu yang terlihat beda
Nada kau dendangkan sama indahnya
Harmoni simfoni dunia.
Kendati doa terucap beda
Anugrah yang sama kita terima
Aku adalah kamu, Manusia yang sama


 

Matahari tak kan terlihat beda, dari tempatmu
Bulan dan bintang kan terlihat sama, dari tempatku
Kan memberikan cahaya
Yang sama untuk kita.

By : Dialog dini hari Feat. Kikan & Robi Navicula


Rabu, 13 Maret 2013

banyak..


banyak jalan menuju roma, banyak niat dan alibi untuk selalu mampir ke warung makannya.. bisa karena tempatnya yang nyaman dan hangat, makanan yang dijualnya nikmat, pelayanannya ramah dan memikat, atau simpel saja karena pemiliknya enak dilihat.

banyak cara untuk menikmati hotspotan, ada yang ngumpul buka laptop rame-rame di meja, lesehan sambil bersila, atau sendirian ndepipil bak pendekar yang serius bertapa.

banyak alasan kenapa datang terlambat, bisa karena jalanan macet, angkutan ngaret, atau alarm waker semalam lupa dipencet

banyak cara menjadi orang sukses tersohor dan kaya raya, ada yang meniti dari jenjang akademisi, bisa juga karena otodidak dan belajar sendiri, atau ya.. yang sekedar ketiban untung sampai bisa dikenal disana-sini.


ada banyak cara.... ada sejuta cara bagi orang untuk mencintai, dan dari semua itu adalah cara-cara yang sungguh terlalu biasa.. namun ada satu yang beda... aku.. aku tahu caranya.. aku merasakannya.. tapi enggan.. sungguh enggan aku mengungkapkannya... karena satu.. selalu satu... iya iya benar.. karena itu. Perbedaan yang tak pernah mau menemui titik temu.



Sabtu, 09 Maret 2013

I'm A Pro.. And An Artist Too


"Apapun pekerjaanmu, lakukan dan berikan yang terbaik.. niscaya itulah yang akan memberi arti bagi kehidupan" Begitu nasihat seorang bijak.. dan benar juga... mau jadi menteri, presenter, pelatih bola, tukang bubur, tukang siomay, tukang koran, tukang kredit, tukang dokter, tukang insinyur, tukang guru.. apapun itu.. apalah artinya di mata masyarakat, bila mengerjakannya asal-asalan.. asal selesai, asal rampung, asal finished dan asal dibayar!

Tak ada artinya! kecuali hanya untuk menggugurkan kewajiban.. begitulah kira-kira yang saya tangkap dari seorang Bapak pemangkas rambut.. Seorang barber unik yang baru saya temui kali ini.. selain kocak dan suka bercanda.. nih Bapak ternyata mahir juga merangkai kata-kata bijak yang kadang sampek mak jleb di hati.

Meski kiosnya nampak tidak ramai karena lumayan baru dan terletak nyungsep di dalam kampung, namun tak menyurutkan para pelanggan setianya untuk dipotong walau rambutnya masih sak ucrit. Lumayan ngeselin juga nih Bapak pikir saya waktu pertama kali ngantre di luar.. tambah kesel karena didalam sana malah pada ngakak dan bercanda nggak jelas.. untuk dua orang pelanggan saja saya harus rela ngantri sampai selama 7 lagu peterpan! walau lumayan juga sih, kebetulan saya suka band-nya jadi masih bisa sing along di tengah ketidakpastian itu..

30 menit kemudian tiba giliran saya, waktu masuk agak terusik juga nih sama poto-poto skuad Bayern Munchen yang ditempel di dinding.. biasanya pan modelnya para lelaki yang berambut rapi itu.. la kok ini malah poster pemain bola.. ah sudahlah..mungkin dulu ini tempat main PS..

Duduklah saya di kursi kebanggaan dan segera dicover kain hijau.. "Potong apa?" tanya Bapak itu. "Cepak aja pak.. yang model tipis semuanya. kata saya ringan" Biasanya kalau tukang cukur lainnya langsung aja mulai, tapi beda nih sama yang ini.. tuh Bapak malah mundur sedikit, melihat dengan seksama bentuk wajah dan kepala saya... lalu maju lagi bilang "Nggak cocok mas... bla..bla..bla" menjelaskan potongan apa yang lebih pantes untuk saya.. persis seperti jawaban layanan dukun reg (spasi) cukur.

Karena saya orangnya ndak pedulian masalah rambut saya jawab saja "Ya sudah lah.. terserah Bapak saja" Dari situ baru mulailah sang pemangkas bekerja.. di sepanjang adegan senonoh itu sang Bapak banyak melemparkan guyonan juga kata-kata bijak.. dan tak lupa selalu memberi saran bagian rambut saya bagaimana kalau dipotong gini..gitu.. dan lainnya.. Saya seperti biasa hanya manut saja.. asal kaya Steven Gerrard deh Pak kata saya sambil menunjuk gambar kapten Liverpool di dinding kiosnya.. "Beres.." katanya.

Satu-dua-tiga dan seterusnya lagu-lagu Peterpan mengalun mengiringi keceriaan kami berdua.. tak terasa waktu berlalu sudah.. rambut saya yang berapa waktu lalu masih agak tebal berponi kini sudah tampil nyentrik.. walau bagi saya sih potongan sekeren apapun nggak ngaruh.. bisa jadi karena wajah saya ini sudah terlalu tampan.. atau terlalu jelek... jadi nggak bakalan ngaruh.

Jadi sebenernya saya tidak terlalu memujikan hasil karya tu Bapak lewat potongan rambut di kepala saya.. karena seperti biasa saya memang tidak terlalu peduli akan hal itu. Namun yang perlu digaris bawahi disini adalah proses untuk mencapai seperti itu.. Bapak pencukur tadi telah menunjukkan suatu kesungguhan dalam pekerjaannya, Beliau telah berusaha maksimal dan sungguh-sungguh akan apa yang menjadi kewajiban dalam pekerjaanya, bukan melulu asal selesai asal dibayar. Beliau memilih beda.. memilih menjadi pro.. dan dalam kasus pekerjaanya juga bisa disebut sebagai seniman. Semoga banyak orang yang bekerja dengan prinsip seperti Beliau.. apapun pekerjaan itu.. pasti dunia menjadi lebih indah... persis seperti syair lagu Gombloh "Lestari alamku..lestari desaku.. dimana Tuhanku menitipkan aku.. nyanyi bocah-bocah dikala purnama.. nyanyikan pujaan untuk Nusa."



Jumat, 08 Maret 2013

Dipotong Banci


Ini tentang teman SMA saya dulu, ceritanya saat kami kelas tiga pada satu hari dia dan dua  orang lainnya terseret razia rambut gondrong, dimana mengharuskan mereka harus memotong rambut saat itu juga. Setelah dikasih sejumlah uang oleh pihak sekolahan maka berangkatlah mereka bertiga keluar untuk potong rambut. Nah pas balik lagi ke kelas beberapa jam kemudian gaduhlah seisi kelas menyorakki ketiga teman itu bak selebritis yang kini tampil modis...

Namun salah satu dari mereka yang kebetulan teman sebelahan tempat duduk dengan saya bukannya senang malah terlihat kesal bukan kepalang. Sebab ia menilai model rambutnya terlalu masa kini alias ngetren. Memang benar sih bahkan saking ngetrennya saat itu saya memanggilnya Irwansyah, tambah sewotlah dia. Rupanya teman saya itu tidak suka dipotong model selebriti, juga potong di salon, apalagi sang pemangkas rambut adalah maaf model-model banci gitchuu........ Ia sungguh tidak sukakkk!

Dipotong banci... menjadi lamunan cerita yang cukup untuk sekedar mengundang senyum saat saya menunggu antrian potong rambut hari ini. Kebetulan saya memilih tempat cukur yang berada di belakang gedung sekolah SMA saya dulu. Tempat ini baru, dulu tidak ada bangunan cukur rambut laki-laki diarea ini, tempat cukur yang paling dekat adalah salon yang jadi tempat potong rambut ketiga teman saya waktu itu.

By the way tentang potong rambut, saya dewasa ini belum pernah sekalipun potong di salon. Kebetulan saya bukan tipe orang yang peduli masalah rambut, maka saya lebih suka potong cepak ala tentara atau rapper cuma karena model seperti itu ndak perlu disisir ndak perlu ribet perawatan. Tambahan untuk model seperti itu dijamin semua tukang cukur juga bisa.. makanya saya juga tak punya tempat cukur langganan apalagi harus ke salon. Saya terbiasa potong dimana saja seperti nyari warnet, mungkin kalau memang asik saya akan beberapa kali menyambangi tempat itu namun tidak untuk dijadikan langganan. Dan untuk tempat cukur dibelakang sekolah ini, adalah kunjungan saya yang pertama, dugaan awal saya ini adalah  tempat cukur biasa, namun ternyata pemangkas rambut disini sedikit mampu lebih tampil beda dari yang biasanya.. begini ceritanya... (bersambung)


Kamis, 07 Maret 2013

Iso Di-stop Mas?!!


IDM alias Internet Download Manager yang mempunyai singkatan apik nan mendamaikan itu, siang kemarin berubah sadis dan anarkis menjadi Iso Di-stop Mas...

Tragedi tak senonoh bermula saat saya dengan ganas dan rakus mendownload video-video berukuran cukup besar dari salah satu website ketika asik internetan di sebuah warnet.. keadaan yang sepi membuat setan dengan leluasa membujuk diri saya untuk mendownload semua video yang memang nampak menggiurkan itu...

Nah pas lagi asik-asiknya bercumbu dan berpeluh itulah layar monitor saya diketuk sebuah pesan dari sang operator yang meminta saya mematikan program IDM di PC... Saya pun terkejut, terperanjat, sekaligus malu sendiri... walau saya ngenet bayar... tapi memang sih, tak seharusnya saya gila-gilaan dalam memakainya.. apalagi IDM itukan terkenal menyedot bandwith sekaligus membuat koneksi pc seisi warnet jadi lelet..

Terimakasih mas operator yang menegur saya dengan nada yang saya kira masih halus.. kejadian ini jadi sebuah pengingat bahwa sejatinya dalam memakai sarana publik, walau kita bayar sekalipun, apalagi gratis.. sudah selayaknya kita bisa menghargai orang lain yang membutuhkan sama seperti kita. Ojo sak enak'e dhewe, gunakan seperlunya saja.. Nabi saja mengajarkan kita untuk hidup cukup dan bukan malah berlebihan bukan... qiqiqiqi.. aku dakwah nda... Ah... seperti itulah.. mari mencoba hidup cukup dan mulai menghargai satu sama lain.