Tampilkan postingan dengan label Jelaga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jelaga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Juli 2014

Aku Tak Merasakan Makna


"......bukan karena aku dewasa, tapi memang jaman yang sudah berubah, suatu saat nanti, moment malam idul fitri bisa jadi sudah hilang, lenyap, orang sibuk akan dunia dan tekhnologi, mungkin jalanan akan penuh, mall akan penuh, tempat-tempat hiburan yang akan penuh, tak ada yang peduli dengan masjid, tak ada yang mau menyentuh mic untuk bertakbir, hanya suara dari kaset atau cd yang diputar, orang sibuk memanjakan diri dengan hal yang tidak ada hubungan dengan moment idul fitri, terserah mereka saja, kalau memang jaman sudah berubah mau diapain lagi, aku rindu suasana idul fitri seperti dulu, ah iya bulan puasa juga sudah berubah demikian rupa, lihatlah satu bulan itu berlalu seperti orang kencing saja, cepat, tak ada kesan, karena esensi sudah terabaikan, tersaingi, dengan bermacam hal dan tekhnologi, ya sudah terserah, ini malam idul fitri, besok hari raya lebaran, tapi hey.. aku tak merasakan apa-apa, aku tak merasakan makna."

Dikutip dari diary Catatan Akhir Ramadhan.


Sabtu, 28 Desember 2013

Selintas Renungan #1


Aku suka melihat pemandangan dari kamar atas, kadang kalau emosinya ketangkap, aku merasakan sebuah hari yang baru disana, sebuah keindahan yang sempurna untuk menjalani sebuah hari dengan penuh suka cita dan rasa syukur yang dalam.

Kadang aku bertanya nikmat apa lagi yang aku cari, selalu aku bandingkan apa yang aku punya dengan orang lain, orang-orang di sekitarku, tetanggaku, apakah mereka melihat keindahan yang sama.. dengan segala perbedaan yang Tuhan berikan, apakah mereka mampu merasakan keindahan yang sama...

Aku tak tahu jawaban mereka, namun aku punya jawaban sendiri atas pertanyaan itu, kebahagian atas keindahan bagiku tak bisa diukur dengan satu kenyamanan, seperti aku yang bisa merasa begitu lega ketika bangun dari tidur dan menemui diriku berada di bawah jembatan tol, diatas truk yang berdebu, namun aku merasa bahagia,

Aku merasa damai melihat tembok jalan layang itu berderu meski waktu telah melewati masa-masa manusia terjaga, aku bahagia, buatku bahagia itu kadang sesuatu yang berada di luar isi kepala, nonsens, bukan tidak mungkin aku akan menemukannya dalam ruang penjara, atau dalam suasana dilanda banjir tsunami yang melululantahkan tanah dan harus mengungsi di penampungan, rasa bahagia mungkin saja terjadi dan terjalin disana.

Rasa bahagia itu terjadi atau dibuat sendiri aku tak tahu, tapi aku percaya, sesungguhnya aku hanya perlu membuka mata, karena mereka ada dimana-mana, ya di sekitarku mereka ada.

Senin, 20 Mei 2013

Rabu, 13 Maret 2013

banyak..


banyak jalan menuju roma, banyak niat dan alibi untuk selalu mampir ke warung makannya.. bisa karena tempatnya yang nyaman dan hangat, makanan yang dijualnya nikmat, pelayanannya ramah dan memikat, atau simpel saja karena pemiliknya enak dilihat.

banyak cara untuk menikmati hotspotan, ada yang ngumpul buka laptop rame-rame di meja, lesehan sambil bersila, atau sendirian ndepipil bak pendekar yang serius bertapa.

banyak alasan kenapa datang terlambat, bisa karena jalanan macet, angkutan ngaret, atau alarm waker semalam lupa dipencet

banyak cara menjadi orang sukses tersohor dan kaya raya, ada yang meniti dari jenjang akademisi, bisa juga karena otodidak dan belajar sendiri, atau ya.. yang sekedar ketiban untung sampai bisa dikenal disana-sini.


ada banyak cara.... ada sejuta cara bagi orang untuk mencintai, dan dari semua itu adalah cara-cara yang sungguh terlalu biasa.. namun ada satu yang beda... aku.. aku tahu caranya.. aku merasakannya.. tapi enggan.. sungguh enggan aku mengungkapkannya... karena satu.. selalu satu... iya iya benar.. karena itu. Perbedaan yang tak pernah mau menemui titik temu.



Senin, 04 Maret 2013

A Moment In Time #6





Kembali terduduk didepan kelas "aquarium" Bahasa 1 SMA N 6 Surakarta.. tempat saya menghabiskan satu tahun kelas tiga dengan penuh warna bersama para sahabat dan guru-guru tercinta. 6/7/12




Kamis, 28 Februari 2013

no quit..


Adakah orang-orang sukses di dunia ini yang berhasil merengkuh keberhasilannya karena dia berhenti? berhenti mencoba, berhenti melakukan, berhenti berusaha..

Adakah orang yang sukses di dunia ini karena ia mempunyai sifat quiter, menyerah akan suatu hal dan menganggap akan ada hal lain yang bisa dilakukannya..dan ketika ia menemukan hal lain juga tak sesuai harapannya, ia mengalihkan pandangan pada  yang lainnya lagi.. begitu seterusnya.. meninggalkan masalah lama, mencari hal baru tanpa menyelesaikannya... adakah..?

Setiap orang sukses, setiap orang berhasil mereka adalah yang mempunyai usaha keras, pantang menyerah,  lain dari yang lainnya, dan ehmm.. agak atau memang nggak kenal rasa malu!
Mereka adalah orang-orang yang sudah tinggi,

Apakah saya pernah mengalaminya...? pernah. bukan suatu kesuksesan yang besar memang, tapi saya pernah. Saya ingin seperti itu kembali, saya ingin menjadi gila.. saya ingin hanya mendengar kata hati saya.. saya ingin jadi orang yang sepertinya bukan saya..

Jika semua orang memberi solusi dengan tersenyum.. akankah masalah menjadi lebih mudah?.. bukan.. bukan tersenyum kemoplok seperti mario teguh, tapi tersenyum dengan ringan, seolah ia memang ada untuk menyelesaikan masalah.. walau kita sebenarnya tahu... segala solusi dengan senyumannya tak serta merta menjamin masalah akan reda.. atau bahkan masalah akan tambah keras mendera..

Ah.. saya lebih suka memendamnya.. tidak mengatakannya... tidak jujur.. supaya suasana kondusif.. pikiran saya sejak dulu... tidak semua masalah wajib diceritakan.. ada kalanya masalah itu disembunyikan, ditutupi, dikubur dalam-dalam.. supaya.. keadaan atau suasana tetap kondusif...

Pikiran saya itu benar.. tapi dalam satu hal! Dalam hal lainnya itu juga berarti salah... tapi apakah semua masalah memang harus diceritakan.. ?

Saya bukanlah tipe orang yang tak kenal lelah berhenti berusaha, berani melawan arus demi sampai ke tujuan yang dicita-citakan.. saya adalah tipe manusia yang suka mengalir bebas.. yang berani membuang dan melupakan tujuan atau keinginan semua karena melihat sesuatu yang terasa lebih asik, dan lebih gampang teraih..

Saya adalah si kulit sensitif, yang mampu sembuh dengan sembarang obat, saya adalah sang haus, yang mudah kenyang oleh air dari sembarang oase.

Saya adalah pecundang, saya adalah sang penyingkir, yang enggan berduel bertarung, saya adalah aroma yang membusuk.. dan saya adalah mati.. jika saya memutuskan berhenti.. detik ini.



Sabtu, 16 Februari 2013

What if god was one of us..


ini bukan masalah gagal, ini bukan melulu tidak laku, ini jelas tidak karena tidak mampu.. pak bambang yang gagal audisi, pak abdul yang followersnya sedikit sekali, pak siapa itu yang istrinya tidak mau mengerti... walau begitu mereka bukan kumpulan para pecundang... saya.. walau begini saya juga bukan kumpulan para pecundang...

dan komputer warnet pun bersenandung...

eyeah..eyeah..god is great...iyeh..iyeh..god is..good...yeah..yeah..yeah..yeah..yeah..What if god was one of us..just a slop like one of us...


Senin, 28 Januari 2013

A Moment In Time #5




Car free Day pertama dan salah milih alas kaki, sendal itu membuat jempol kaki saya jadi lecet. 10/9/11


Sabtu, 29 Desember 2012

Mati


Siapa yang tak mati.. adakah...? semua hal ciptaanNya wajib mati.. cepat atau lambat.. diduga atau tidak.. disayangkan atau dikehendak'i.. semua akan mati..

Begitu pula yang terjadi dengan puluhan hewan meyerupai kupu-kupu dengan ukuran lebih kecil yang belakangan hampir selalu berkerubut di lampu kamar saya.. dan ujung-ujungnya.. satu-persatu mereka terkapar mati.. entah mengapa mereka bisa mati.. padahal tak ada yang menyentuhnya.. hewan kecil itu.. sungguh aneh.. tak terbayang tiap malam saya menghadap layar monitor pc.. ditemani bangkai-bangkai mereka yang berserakan.. mereka mati.. mereka terkapar.. tergeletak.. tak bernyawa.. mati.. seperti hape sony sliding saya... ia juga mati.... tak akan kubeli hape bertipe seperti itu lagi... hape yang mudah mati.. seperti tanaman-tanaman cabai di halaman rumah.. ia layu.. lalu mati.. berganti rumput liar.. seperti burung dalam sangkar yang lebih dulu mati.. karena ia kehausan.. ikan-ikan dalam aquarium.. iya. mereka semua mati.. remote tv juga mati.. terkoyak terinjak kaki saya.. kipas angin juga mati.. ah.. mati.. tak dinyana.. saya dikelilingi oleh mereka yang telah mati.. mati.. semua pasti mati.. mati.. sebelum yang kita sayangi mati.. sebelum mereka pergi.. dan tak bertemu kembali.. mari kita jaga dengan hati...

Selasa, 18 Desember 2012

After All These Years


Entah harusnya apa yang saya musti lakukan, ditengah kerumunan masa dan mepetnya waktu, selain mengulurkan tangan mengajak salaman.. apa lagi yang harus saya lakukan..

Kita bertemu lagi setelah sekian laaaama.. sejatinya jarak kita tak begitu jauh bukan... lalu kenapa baru sekarang kita berjumpa..

Seperti itulah.. sebuah pertemuan singkat karena ketidaksengajaan yang mungkin baru akan terjadi lagi berapa belas tahun kedepan..

Sampai jumpa di entah kapan.. sampai jumpa di sebuah kejadian, di sebuah tempat, di sebuah kecelakaan.. di sebuah titik waktu bernama after all these years.

Kamis, 13 Desember 2012

A Moment In Time #4



Beristirahat di pinggir kolam ikan taman Balekambang, selepas acara konvoi Pasoepati sambut konggres luar biasa PSSI. Di belakang sana pada makan gratis di acara nikahan orang yang cukup disegani di kota Solo. 7/3/11

Rabu, 21 November 2012

rest area...


dalam satu rentang peristiwa.. terkadang kita berharap untuk bisa mendapatkan satu saja hal yang sangat dan paling diidam-idamkan.. namun dalam perjalannya tak jarang kita terbuai oleh suatu hal yang lebih besar dari keinginan awal kita tersebut. Kita melupakan keinginan awal kita, lalu mencoba merebut hal-hal baru.. terlena oleh daya, kuasa dan hasrat tamak semata.. kenapa banyak dari kita yang masih tak bisa hidup dengan cukup.. termasuk saya.. toh semua hal yang ada di dunia bahkan bukan mustahil di surga.. bila memang semua diberi untuk kita.. saya kira tak akan pernah bisa mengimbangi nafsu-nafsu kita.. yang batasnya hanya Tuhan yang tahu.. kita mustahil untuk tahu... ah.. andai nafsu-nafsu untuk selalu memiliki bisa diganti dengan nafsu untuk selalu memberi...

rest area.. tempatku sejenak beristirahat dari lusuhnya dunia, mendekam bersama mereka yang semasa menghentikan perjalanan, kami bertatap muka, saling melempar senyum dan bercerita tentang sebuah keadaan.. akan ada satu hal yang mengikat kami pada satu sama perasaan, meski pada akhirnya kami harus berlalu berbeda jalan dan tujuan.. tapi tetap ada satu tawa kami tinggal di rest area.


Selasa, 13 November 2012

Macet


Pernahkah kawan terjebak macet.. mengalami macet.. berhadapan dengan macet...
macet bukan hanya terjebak di jalan tak bisa bergerak leluasa..
macet dalam bahasa jawa juga berarti kendaraan yang tak bisa menyala..
macet adalah bolpoin yang tak bisa mengeluarkan tinta..
macet... itu sesuatu yang tak bisa berjalan selayaknya biasanya..
macet... seperti otak saya yang tak tahu mau buat posting apa..
macet... saya tak menemukan sesuatu untuk dirangkai dalam kata-kata..
macet... hanya itu yang mampu tertera di layar monitor kaca..
macet... tampaknya akan jadi postingan saya selanjutnya..
macet... oh, sungguh maafkanlah saya..
macet... itu semua karena saya sedang macet.. macet.. macet.. macet.. macet...
parah luar biasa...

Sabtu, 10 November 2012

Jolene's Eyes


Jolene's eyes... berpendar kesunyian..
Menatap hidup dengan penuh ketiadaan

Jolene's eyes... isyarat satu misteri
Jejak kerasnya takdir terpahat disana-sini

Jolene's eyes... tatapan seberkas luka
Atas banyak hal yang belum bisa ia cerna

Jolene's eyes... sepenggal titik air
berharap esok duka menuju akhir

Jolene's eyes... menyimpan banyak sekali cerita..
Dari masa lepas..kini..esok dan selamanya.

(melihat mata diatas dua roda, pada satu terik matahari)

Selasa, 06 November 2012

dulu


dulu.. nggak dulu-dulu banget..
saya sering sekali kesini..
sering sekali,
seperti ada sesuatu yang mendorong saya..
seperti ada penyesalan jika saya tidak datang

dulu.. nggak dulu-dulu banget..
saya begitu akrab dengan bangku-bangku ini..
berapapun jumlah orang yang ada disini saya pasti diantaranya..

dulu.. nggak dulu-dulu banget..
saya nggak peduli cuaca sedang kaya gimana..
mau panas terik..atau rintik hujan..
saya rela nyepeda.. trus teronggok lelah di bawah sana..

dulu.. nggak dulu-dulu banget..
saya tau cara menemukan kebahagiaan di sore hari..
yang serasa sangat sederhana..
tapi ndak bisa didapat lagi..

karena itu dulu.. nggak dulu-dulu banget.. memang..
tapi tetep saja.. itu dulu..


(tengah kursi tribun VVIP Manahan, 16:05)

Senin, 05 November 2012

Jenuh


Sebutkan satu saja di dunia ini yang tak bisa dijangkiti kata tersebut.. Apa saja.. adakah..? bahkan untuk suatu yang paling kawan senangi sekalipun.. adakah?? ada?? tidak ada.?

Pasti tidak ada! kalaupun kawan menjawab ada.. saya yakin itu bohong.. bahkan harta, tahta, wanita.. tiga hal yang digandrungi setiap pria.. suatu saat akan ditemui kejenuhan...

Bahkan dalam agama juga seringkali diutarakan bahwa yang namanya iman itu bisa naik turun..
nah dalam kata "turun" itulah biasanya terselip rasa jenuh..

Walau berapa lamanya itu relatif.. tapi jenuh pasti tetap saja ada... lah wong itu kan sudah paketan-nya setiap manusia dari Tuhan memang begitu..

Maka hal yang sama-pun juga terjadi dengan permasalahan dunia ini..

saya.... dalam tempo yang berbeda-beda tlah berulang kali menyatakan jenuh sama hal-hal yang jelas-jelas saya senangi.. sepakbola, tempe, nasi goreng, mie, nge-blog, nge-game.. bahkan sama diri saya sendiri-pun saya sering jenuh loh... untuk kasus yang terakhir biasanya langsung buat puisi berjudul andai...

andai... aku jadi superman..
andai.. aku jadi burung garuda..
andai.. aku jadi...


Namun.. taukah kawan apakah sesuatu yang mengasyikkan dibalik setiap kata jenuh..?
Kangen! ya.. kangen!

Mau berapa kalipun kita bilang jenuh ke suatu hal.. suatu saat.. ntah cepat ntah lambat.. kita akan dihantui rasa kangen pada hal yang sebelumnya kita labeli jenuh tersebut..

Begitulah..

Jadi, tidak usah merasa sedih kawan ketika seseorang di luar sana mengaku, menyatakan, memfonis kita dengan kata jenuh..bosan..dll. Just let them go! karena dibalik itu.. suatu saat yakinlah ia akan kembali mengetuk pintumu dan mengatakan secara lirih.. "hai.. sungguh aku kangen kamu.." Dan pada akhirnya kawanlah yang mempunyai kuasa penuh.. mau menerimanya kembali.. atau bilang.. "sorry.. hatiku udah ada yang ngisi.." #eaaaa...

Sabtu, 13 Oktober 2012

Longing for A Trip


Listen to the boulevard, listen to the falling rain,
I believe in love now, with all of its joys and paints... (Highway 101 - SxDx)

Lagi kangen berat sama yang namanya perjalanan, tujuannya kemana nggak masalah, yang penting perjalanannya..

Sabtu, 07 Juli 2012

A Moment In Time #3



  

Gara-gara Solo Fc, jadi pengen ke TM :jangan terkecoh oleh TW: (Tawangmangu), pas disana eh malah hujan, akhirnya meringkuk kedinginan di depan warnet..brrrrr dingin...  27/4/11

Senin, 02 Juli 2012

Schatzi I miss U.. Schatzi I Miss U..

Schatzi..schatzi apa kabar ia disana.. Schatzi..schatzi entah ia berada dimana.. Ah andai saya tahu pertemuan dengannya waktu itu menjadi yang terakhir sebelum kami tak lagi berjumpa entah berapa lama.. maka saat itu juga saya pasti beranikan diri meminta dekap peluknya.. mencium hangat tangannya dan menatap dalam raut muka di wajahnya.. Schatzi ia dulu pergi begitu saja.. tak ada firasat tanpa aba-aba pun degup prasangka.. Schatzi saya khawatir bila nanti ketika terkabar ia sudah ada yang punya.. ah tapi biarlah, sayapun kiranya tak berdaya bila harus memilikinya.. saya tulus menyanjung sosoknya.. keanggunan yang sanggup menawan hati, keceriaan yang mampu cerahkan hari, kebersahajaan yang dapat tentramkan emosi. Schatzi..schatzi I miss you.. even if you don't feel it too.. but I do.. and I'm glad that I am still longing for you.

Selasa, 19 Juni 2012

Just A Few Special Figures Can Be Remembered By Many People.. This Man Belongs To Them.


Rintik hujan masih terlihat sedikit turun dari atas langit Jogja saat bus kami menapakkan rodanya di lantai parkir pasar Malioboro.. sore itu kawan-kawan saya masih sangat antusias sehingga mereka langsung pada turun dari bus dan segera melangkah hilang sendiri-sendiri.. saya yang masih kedinginan bekas kehujanan di Borobudur tadi sengaja menunggu semua kawan untuk turun.. pasalnya saya mau ganti pakaian di dalam bus.. selesai itu saya pun menuruni bus dan mencoba menjejakkan langkah menyusuri sisi jalanan khas pasar Malioboro yang kali ini agak lengang mungkin karena habis diguyur hujan.. baru beberapa langkah saya sudah bertemu kawan saya Lukas dan kamipun akhirnya memutuskan untuk jalan berdua (hem.. rasa-rasanya ada yang salah dengan kalimat ini??) tapi untunglah.. beberapa meter didepan kami bertemu salah seorang guru kami yang kebetulan sedang berjalan sendirian.. tak butuh waktu lama.. kamipun memutuskan untuk berjalan bersama beliau... dan ternyata pilihan kami tepat.. guru sejarah kami itu menceritakan peristiwa masa lalu di sekitaran pasar.. maka jadilah di sepanjang jalan dari ujung parkiran sampai hampir lampu merah perempatan itu kami disuguhi cerita-cerita epik dan unik dari guru sejarah kami tersebut.. asik sekali...

**************************

Senja sudah terlihat menggelayut di langit kota pelajar saat saya telah tiba kembali di perparkiran bus.. yang mana ternyata masih sepi.. kawan-kawan belum balik rupanya.. dan saat itu saya jadi teringat guru saya tadi, maka saya hampiri beliau yang tengah terduduk di lantai dekat halte sambil memegang hape..

"tidak beli oleh-oleh  Pak, buat keluarga?" tanya saya membuka percakapan...

Saya sedikit lupa jawaban beliau yang pasti saya kemudian dipersilakan duduk di sampingnya... oh iya waktu itu hubungan saya dengan guru saya itu sedang sedikit terganggu sebab beberapa hari sebelum acara outdoor session ini saya bikin masalah sehingga sampai dipanggil beliau ke kantor dan saya dimarahi di depan wali kelas.. maka pantas percakapan saya yang biasanya akrab mengalir lepas,  kali itu agak formal-formal kaku gitu...

"udah maghbrib belum ya Pak, kok saya tidak mendengar azan ya..?" tanya saya lagi... coba mencairkan suasana...

"sepertinya sudah, sudah jam enam" kata beliau

Singkat cerita kami akhirnya menunaikan shalat maghrib berjamaah di mushola dekat parkir itu yang luasnya tak seberapa dan harus bergantian dan uyel-uyelan..


**************************

Saya masih ingat ketika beliau menunggui saya yang kelamaan makai sepatu sehabis shalat di mushola Borobudur. waktu itu hujan udah mulai turun.. dan akhirnya kami harus berlari tebirit-terbirit untuk menuju bus.. saya juga ingat sebelum berangkat dan sepulang acara outdoor session beliau naik dan turun di jalan di dekat rumahnya di klaten itu.... namun itu hanya beberapa penggalan dari beribu kisah tak terlupakan bersama beliau...

Pak... saya mungkin lupa-lupa ingat dengan pelajaran sejarah yang telah Bapak ajarkan di sekolah... tapi saya tidak akan lupa Pak akan setiap kejadian dan persitiwa di masa SMA bersama Bapak...

Dulu Bapak mengajar sejarah, sekarang biarkanlah Bapak menjadi bagian darinya.. sejarah yang akan selalu dikenang dan diceritakan oleh kami murid-murid Bapak... Selamat jalan Pak Wuryanto... doa kami teriring di sepanjang jalan Bapak disana..



Pesan Pak Wur

Terbayang baktimu
Terbayang jasamu
Terbayang jelas jiwa sederhanamu

Bernisan bangga
Berkafan doa
Dari kami yang merindukan orang
Sepertimu     (Iwan Fals)

Berfoto bersama Pak Wur sebelum kelulusan